Jumat, 28 Agustus 2020

TUGAS AKHIR PPG PEMBELAJARAN IPA

NAMA : DESTY ERNI NIM : 20323299002 MAPEL : PPG IPA KELAS : B Mengurangi Dampak Pemanasan Global Pemanasan globar atau perubahan iklim global adalah gejala pemanasan atau kenaikan suhu rata-rata bumi secara bertahap, serta sebuah perubahan yang diyakini secara permanen mengubah iklim di bumi. Aktifitas manusia yang menghasilkan limbah berupa gas secara berlebih atau lebih tinggi dari kemampuan bumi dalam memulihkannya berefek besar bagi kondisi bumi salah satunya menimbulkan pemanasan global. Dari tahun-ketahun pemanasan global terus meningkat, terutama disebapkan meningkatnya kadar karbon di atmosfir. Peningkatan karbon di atmosfer bisa terjadi karena faktor alam seperti letusan gunung berapi, kebakaran hutan, maupun aktifitas pembusukan. Tetapi penyebab terbesar karena aktifitas manusia seperti penggunaan bahan bakar fosil, pengalih fungsian lahan menjadi area pemukiman dan industri. Upaya yang bisa kita lakukan untuk menanggulangi pemanasan global bisa dipandang dari beberapa aspek seperti konservasi energi, transportasi, energi alternatif, pendidikan, dan penyerapan dan penyimpanan karbon. 1. Konserfasi energi Konserfasi energi adalah penggunaan energi dengan efisiensi dan rasional tanpa mengurangi penggunaan energi yang memang benar-benar diperlukan. Contoh sederhana yang bisa kita lakukan adalah menggunakan listrik seperlunya. Alat listrik yang tidak digunakan bisa matikan dan dicabut dari stop kontak, menyetrika sekaligus banyak, mengganti perangkat listrik biasa dengan perangkat hemat energi, membuat rumah berwawasan lingkungan. Seperti memiliki banyak fentilasi dan ditanami tumbuhan sehingga rumah menjadi sejuk tanpa penggunaan AC dan di siang hari terang tanpa memerlukan penerangan lampu. Konserfasi energi dapat mengurangi dampak pemanasan global karena saat memproduksi energi akan dihasilkan gas emisi terutama CO2. Konserfasi energi selain bermanfaat bagi lingkungan yaitu mengurangi pemanasan global juga bermanfaat pada bidang lain. Dari bidang ekonomi sangat menguntungkan karena pengeluaran anggaran untuk energi akan banyak berkurang. Dari segi sosial akan memunculkan kebiasaan baru yang lebih sehat. 2. Transportasi Dari segi transportasi kita bisa beralih dari transportasi kendaraan pribadi berbahan bakar fosil menjadi transportasi pibadi berbahan bakar nonfosil maupun ke kendaraan umum. Contoh untuk transportasi jarak dekat tidak perlu menggunakan sepeda motor apalagi mobil, kita bisa berjalan kaki atau menggunakan sepeda. Untuk menuju tempat yang jauh kendaraan umum menjadi salah satu solusinnya. Dalam hal ini pemerintah perlu memfasilitasi dengan menyediakan sarana pendukung seperti trotoar yang nyaman untuk pejalan kaki, tersedia jalur lambat untuk pengguna sepeda, tersedia angkutan umum yang nyaman dan murah serta dapat menjangkau hampir semua tempat. Pemerintah juga perlu tegas dalam menerapkan peraturan emisi gas buangan kendaraan, kendaraan yang tidak lolos uji bisa diambil tindakan seperti mencabut ijinnya. Transportasi umum dan kendaraan pribadi pun perlu beralih ke kendaraan dengan bahan bakar non fosil seperti kereta listrik, mobil listrik, mobil tenaga surya. Penggunaan transportasi publik dan berjalan kaki akan membuat masyarakat lebih banyak bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, saat perjalanan mereka sangat mungkin bertemu dan saling menyapa dengan pengguna sarana yang sama. Dengan berjalan kaki dan bersepeda tubuh juga akan menjadi lebih sehat. Berdeda jika setiap orang menggunakan kendaraan pribadi orang akan cenderung lebih individual. Dari segi ekonomi pengalihan transportasi bentuk berjalan kaki dan bersepeda akan menghemat pengeluaran anggaran untuk membeli bahan bakar. Sedang menggunakan angkutan umum saat ini ada yang lebih murah maupun lebih mahal dibanding menggunakan kendaraan pribadi. Peralihan angkutan umum ke kendaraan berbahan bakar nonfosil pada tahap awal memerlukan biaya yang besar tetapi biaya operasional selanjutnya menjadi lebih kecil. Pengurangan jumlah kendaraan di jalan raya akan menyebabkan lingkungan menjadi lebih nyaman karena berkurangnya polutan di udara. 3. Energi alternatif Energi alternatif adalah istilah yang merujuk kepada semua sumber energi yang dapat digunakan yang bertujuan untuk menggantikan bahan bakar konvensional (bahan bakar fosil) tanpa akibat yang tidak diharapkan dari hal tersebut. Penggunaan energi alternatif sangat bermanfaat pada lingkungan karena minimnya zat pencemar yang dihasilkan. Sedangkan dari segi ekonomi pada umumnya memerlukan banyak dana pada tahap pembangunan instalasi tetapi biaya operasional yang diperlukan menjadi kecil. Penggunaan energi alternatif yang dapat mengurangi pemanasan global diantarannya a. Penggunaan biogas/biomassa Sebenarnya biogas juga mengasilkan karbon yang akan menyebabkan pemanasan global, tetapi biogas dimanfaatkan atau tidak akibatnya akan sama. Keuntungan saat menggunakan biogas adalah gas hasil pembusukan yang biasannya langsung terbuang ke atmosfir bisa kita gunakan sebagai bahan bakar dan menggurangi penggunaan bahan bakar fosil lainnya. Jadi secara tidak langsung gas rumah kaca yang dihasilkan menjadi lebih sedikit. Biogas bisa diperoleh dari pengolahan limbah organik baik sekala kecil seperti limbah rumah tangga, maupun sekala besar pada peternakan dan pertanian/perkebunan. Pemanfaatan biomassa dalam bentuk etano tidak saya sarankan dalam penanggulangan pemanasan global karena baik dalam proses penggunaan maupun proses pembuatan etanol akan banyak melepaskan karbon ke udara. Dan pembentukan etanol berbeda dengan pembentukan biogas dimana pembentukan etanol jarang terjadi secara alami, tanpa campur tangan manusia karbon jarang berubah menjadi etanol. Sedang pembentukan biogas akan tetap terjadi walau tanpa campur tangan manusia. b. Energi matahari/surya Sebagai negara tropis Indonesia memiliki energi matahari yang sangat melimpah dan tiada habisnya. Kita bisa memasang atap-atap gedung dengan panel surya di area perkantoran maupun perumahan. Bahkan didaerah-daerah terpencil penggunaan panel surya dapat menjadi alternatif sumber energi. Tahap awal pemasangan panel surya memerlukan biaya besar tetapi akan menghemat biaya operasional tahun-tahun berikutnya dan tanpa zat buangan. c. Energi air Penanfaatan energi air bisa menggunakan pergerakan air sesuai sifat alami air yang mengalir ke tempat rendah maupun menggunakan air laut yang mengalami pasang surut. Pergerakan air ini bisa menjadi sumber energi potensial bagi daerah yang memilikinya seperti di pesisir dengan ombak besar maupundaera dengan air melimpah. Pergerakan air bisa direkayasa dengan menbuat bendungan-bendungan dan saluran air. Indonesia telah banyak memanfaatkan energi air sebagai PLTA. Secara tradisional energi air banyak dimanfaatkan dalam bentuk kincir air. Penggunaan energi air tidak menimbulkan zat buangan/pencemar. d. Energi angin Energi angin tidak berbeda jauh dengan energi air. Angin yang berhembus dimanfaatkan untuk memutar kincir angin yang dihubungkan dengan alat lain seperti generator listrik untuk selanjutnya diubah menjadi bentuk energi lain tanpa menimbulkan zat pencemar. e. Energi panas bumi Indonesia yang dilalui jalur gunung berapi memiliki beberapa sumber panas bumi. Energi dari panas bumi bisa dikonfersi menjadi energi lain tanpa zat buangan. 4. Pendidikan Pendidikan merupakan faktor penting dalam nerubah pola pikir dan perilaku masyarakat. Melalui pendidikan kita bisa memasukkan materi tentang pemanasan global dan menggugah kesadaran peserta didik untuk menjaga iklim di bumi. Diharapkan peserta didik dapat mengaplikasikan maupun mencari solusi penanggulangan pemanasan global serta menularkan kepada lingkungan mereka. Sela melalui pendidikan formal menggugah kesadaran tentang pemanasan global bisa dilakukan secara tidak langsung seperti melalui pemasangan spanduk maupun iklan-iklan dan penyuluhan. 5. Penyerapan dan penyimpanan karbon Faktor yang tidak kalah penting dalam penanggulangan pemanasan global adalah penyerapan dan penyimpanan karbon. Jumlah karbon di bumi selalu tatap, pemanasan global terjadi saat jumlah karbon di udara berlebih. Seperti yang sudah saya sampaikan di atas penyebab utama berlebihnya carbon di udara karena aktifitas manusia. Untuk mengurangi bertambahnya karbon di udara kita perlu mengurangi aktifitas yang melepaskan carbon ke udara. Selain itu kebakaran hutan juga menjadi penyebap bertambahnya karbon di udara, kita perlu menjaga agar hutan tidak terbakar dan juka terjadi kebakaran hutan segera mengambil tindakan agar tidak meluas. Karbon yang sudah berada di udara perlu dikurangi. Makhluk hidup utotrof seperti tumbuhan yang bisa mengubah gas karbon di udara menjadi zat padat melalui fotosintesis. Karenannya untuk penyerapan dan dan penyimpanan karbon dalam bentuk zat padat kita perlu menanam banyak pohon. Penghijauan lahan-lahan gundul, penanaman pohon peneduh di tepi jalan, maupun mewajibkan setiap keluarga memiliki tanaman. Karakteristik pohon juga perlu dipertimbangkan. Penyerapan karbon akan lebih cepat dilakukan oleh pohon yang memiliki banyak daun dibanding dengan pohon dengan sedikit daun walaupun terlihat lebat karena ukuran daunnya lebar. Pohon peneduh di tepi jalan raya sebaiknya bukan tanaman konsumsi karena bukan hanya karbon yang akan diserap tumbuhan tetapi polutan lain seperti timbal dari hasil pembakaran premium yang bisa berbahaya bila masuk ke tubuh. Sedangkan tanaman yang ditaman dirumah penduduk bisa berupa tanaman hias untuk mempercantik halaman maupun tanaman pangan sebagai bentuk kemandirian pangan bahkan jika berlebih bisa menjadi sumber penghasilan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar