Selasa, 21 Oktober 2014

Jawaban yang diinginkan

Seorang guru SD sedang merenungkan hasil tugas muridnya yang berbeda dari biasanya. Anak yang selalu mendapat nilai sempurna pada pelajaran matematika itu telah memberikan jawaban yang tidak tepat. Beliau berpikir keras sebenarnya apa yang menyebabkan kesalahan tersebut.

Pertanyaan: Roni diminta tolong ibunya membeli 2 kg beras dengan diberi
uang 30.000. Jika harga 1 kg beras 9.000, berapa kembalian yang diterima
Roni?
Jawaban: 2.000
berapa nilai yang akan diberikan kepada anak tersebut?

Saya akan memberikan nilai sempurna.

Jawaban yang diinginkan soal adalah 12.000
30.000-(2x9.000)=12.000

Kenapa jawaban anak tersebut saya beri nilai sempurna?
Anak itu berpikir kontekstual, di Indonesia kemungkinan uang 30.000 adalah 20.000an satu dan sepuluh ribuan satu. Anak tersebut membayar dengan uang 20.000 sehingga kembaliannya 2.000.

Ada alternatif jawaban lain yaitu nol. Karena bisa saja uang yang diberikan ibu uang receh sehingga anak tersebut membayar dengan uang pas.

Yang perlu diperbaiki sebenarnya malah pertanyaan guru. Lebih baik jangan menanyakan kembalian tetapi menanyakan sisa uang sehingga akan diperoleh jawaban seragan 12.000. Tentu saja kalau anaknya jujur dalam arti dia tidak membeli selain beras dua kilogram ;)

Senin, 20 Oktober 2014

Kemakmuran dan Foya-Foya

Hasil kopas sebuah status di facebook teman yang dianya juga kopas, udah tidak terdeteksi sumber awalnya dari mana, semoga kita tidak menjadi teman syaitan yang suka dengan kemubadziran..

:::Renungan :::

Jerman adalah sbuah negara industri terkemuka. Di negara seperti ini, banyak yang mengira warganya hidup foya-foya.
Ketika saya tiba di Hamburg, saya bersama rekan-rekan masuk ke restoran. Kami lihat banyak meja kosong. Ada satu meja dimana sepasang anak muda sedang makan. Hanya ada 2 piring makanan dan 2 kaleng bir di meja mereka.
Saya bertanya dalam hati apa hidangan yang begitu simple dapat disebut romantis dan apa si gadis akan meninggalkan si pemuda kikir tersebut? Kemudian ada lagi beberapa wanita tua di meja lainnya.
Ketika makanan dihidangkan, pelayan membagi mkanan tersebut dan mereka menghabiskan tiap butir makanan
yang ada di piring mereka. Karena kami lapar, rekan kami pesan lebih banyak makanan. Saat selesai, tersisa kira-kira sepertiganya yang tidak dapat kami habiskan di meja. Begitu kami hendak meninggalkan restoran, wanita tua yang dari meja sebelah berbicara pada kami dalam bahasa Inggris, kami paham bahwa mereka tidak senang kami memubazirkan mkanan.
"Kami yang bayar kok, bukan urusan kalian berapa banyak makanan yang tersisa", kata rekanku pada para wanita tua tersebut. Wanita-wanita itu meradang. Salah satunya segera mengeluarkan HP & menelpon seseorang.
Sebentar kemudian lelaki berseragam Sekuritas Sosialpun tiba. Setelah mendengar tentang sumber masalah pertengkaran, ia menerbitkan surat denda Euro 50 pada kami.

Kami smua terdiam.. Petugas tersebut berkata dengan suara galak, “PESAN HANYA YANG SANGGUP ANDA MAKAN, UANG ITU MILIKMU TAPI SUMBER DAYA ALAM INI MILIK BERSAMA. ADA BANYAK ORG LAIN DI DUNIA YANG KEKURANGAN. KALIAN TDK PUNYA ALASAN UTK MENSIA-SIAKAN SUMBER DAYA ALAM TERSEBUT"

”Pola pikir dari masyarakat di negara makmur tersebut membuat kami semua malu bener, KAMI SUNGGUH HARUS MERENUNGKAN HAL INI. Kita ini dari negara yang tidak makmur-makmir amat.
Untuk gengsi, kita sering pesan banyak dan sering berlebihan saat menjamu orang.
PELAJARAN INI MENGAJARI KITA UNTUK SERIUS MENGUBAH KEBIASAAN BURUK KITA.“MONEY IS YOURS BUT RESOURCES BELONG TO THE SOCIETY.”
Jadi kawan-kawan mari mulai mengurangi pemubaziran, karena uang memang milikmu, tapi sumber daya alam itu milik bersama.

Persfektif abu-abu

Bermanfaat atau merugikan, pahlawan atau penghianat, tak sejelas putih dan hitam.

Kita tak hidup di dunia satu dimensi. bukalah mata, pandanglah hidup dari berbagai dimensi. Hidup ini indah dari perfektif yg tepat.
Seperti kisah bupati pertama Purworejo, Cokronegoro I.
Beberapa pihak menganggap Cokronegoro penghianat bangsa Indonesia krn membantu belanda melawan Pangeran Diponegoro. Bukannya saat itu Indonesia blm lahir? Bukannya beliau adlh pahlawan karena mempertahankan tanah Bagelen yang masuk kekuasaan kraton Surakarta yg memang pro belanda dari Pangeran Diponegoro dari kraton Yogyakarta?

aku abu-abu, bukan hitam atau putih.
aku abu-abu, sisa pembakaran terbang terhempas angin.

11 Mei 2014

Memaafkan

Memaafkan, memilik energi tinggi sekali.
Memaafkan bukan berarti kita melupakan kesalahan orang lain.
Memaafkan tidak berarti kita harus kembali bergaul dengan orang itu.
Memaafkan berarti kita melepaskan diri kita dari emosi negatif marah, benci dan dendam
Menyimpan dendam itu seperti meminum racun lalu berharap orang lain yang mati
Memaafkan berarti mengijinkan diri kita untuk kembali merasa bahagia.
Memaafkan itu melegakan.
Mari terus belajar memaafkan.

Aku hanya ingin memaafkan,
kenapa aku tetap mencari alasan untuk memaafkan?
Ternyata memaafkan juga butuh alasan.
Tak cukupkan memaafkan untuk melepaskan diri dari belenggu emosi, benci dan dendam?
Aku belum cukup energi untuk memaafkan,
Aku butuh bukan sekedar alasan aku butuh energi positif darimu.
Positif dan negatif tarik menarik dan saling menetralkan.

Karena aku pernah memelukmu erat, luka itu pun menghujan terlalu dalam

Minggu, 19 Oktober 2014

Akar dan Batang

Untuk pembelajaran menghitung laju pertumbuhan, pada pembelajaran IPA kelas VII anak-anak saya minta menamam biji kacang pada gelas bekas air mineral . Terserah mau kacang apa. Setelah 5 hari dibawa ke sekolah. Pada salah satu gelas ada beberapa tanaman dgn batang lurus dan tampak cabang2 kecil, tanpa daun lembaganya.
Aku tanya, "baru namam ya?"
"Enggak kok bu, ini dah tumbuh." Sambil menunjukan tanamannya dengan  bangga.
"Koe nandur cambah." Kataku. (Kamu menanam kecambah)
Dia langsung bengong, mungkin heran kecurangannya kok bisa ketahuan dgn mudah.
"La koe nandure kuwalik, oyote malah neng nduwur." (La kamu nanamnya kebalik, akarnya malah di atas) Kataku sambil tertawa dan diikuti tawa teman-teman satu kelompoknya.
Dia tersenyum malu sambil mencabut salah satu tanaman dan ditunjukkan ke teman-temannya.
Oalah bocah-bocah ternyata dia tidak tau kalau bagian kecambah yang runcing dan bercabang adalah akar.

19 Agustus 2014
Serba serbi pembelajaran IPA kurikulum 2013
Kelas VII A, SMP Rifa"iyah 01 Sapuran.

Minggu, 21 September 2014

Thunbergia alata, tanaman hias yang terlantar

Agak malu juga ibu-ibu dengan pakaian PSH pagi-pagi sudah blusukan dikebun kosong demi praktikum uji asam basa dengan bahan alami. Anak-anak sudah diminta membawa aneka bunga, hanya untuk antisipasi dan contoh saya juga harus membawa bunga. Saya sudah melarang anak memetik bunga di sekolah jadi saya juga gak mau metik bunga di sekolah.

Setiap hari jalan kaki dari kontrakan ke jalan raya, di kiri kanan tampak aneka bunga liar yang tidak asing. Jadi saya putuskan mengambil bunga-bunga liar tak bernyonya di pagi hari supaya masih segar. Sayangkan kalau harus memetik bunga milik sendiri untuk digerus seperti mainan anak kecil membuat aneka es warna warni?

Lagi asik blusukan mengambil bunga liar warna kuning mataku melihat bunga kuning yang beda. Tanamannya juga merambat, asing baru sekali ini saya perhatikan bunga itu padahal tiap hari juga lewat. Tanya-tanya di grup facebook katanya bunga Thunbergia alata atau biasa populer dengan nama black eyes susan, di jawa disebut patuk manuk. Patuk manuk karena bunga yang belum mekar menyerupai paruh burung dan black ayed susan karena senter bunga berwarna gelap/mendekati hitam. Tapi bunga yang saya temukan senternya malah putih, mungkin nama lainnya jadi white eyed susan ya?

Lima hari kemudian pas hari minggu yaitu hari ini, pagi ke pasar mencoba beragkat dan pulang lewat jalan yang tidak biasanya. Mataku kembali tertuju ke tanaman liar ditepi jalan. Kali ini sangat mencolok karena tidak bercampur dengan bunga-bunga liar lainnya. Bunga Thunbergia alata lagi, warna mahkota sama kuning cerah tapi dengan senter berwarna gelap. Ini baru black eyed susan.

Setelah ketemu dua Thumbergia alata, penasaran juga. Apalagi ada teman di facebook yang berminat barter dengan morning glory, dua macam Thunbergia alata ditukar dua jenis MG yg dah rame di grup tanaman hias.. tanya mbah google ternyata si Tumbergia juga populer ngetren, dan saya yang gak gaul. Wong pertama liat morning glory aja tak katakan bunga kangkung kok mahal, suruh beli lima ribu aja saya gak mau hehehe....

Brosing-brosing tetap nemunya bunga dengan senter gelap, ada dengan mahkota putih maupun merah, kebanyakan kuning persis yang saya temukan. trus yang senter putih gimana ini? Sepertinya bisa jadi peluang bisnis maupun taksonomi, mengenalkan thunbergia alata dengan seter putih, si white eyes susan..

Siapa yang minat?

Minggu, 20 Juli 2014

Wanita Dewasa Tidak Ramah Lingkungan

Secara fitrah manusia cinta alam. Lihat anak kecil yang belum terkontminasi orang dewasa, mereka suka di alam terbuka, lihat kucing buruk pun ingin di belai sayang. Anak-anak senang jika diajak ke kebun binatang maupun bermain di alam terbuka diantara pepohonan dan gemericik air, bahkan air kotor sekalipun. Orang dewasa lain lagi, suka alam untuk dikuasai.
Semakin besar, kecintaan pada alam semakin berkurang, kebutuhan hidup seperti mengalahkan kecintaan pada alam. Menurutku kecintaan pada alam sebenarnya tidak hilang dengan sendirinya, tetapi diajarkan oleh orang dewasa terutama orang tua. Lihatlah orang-orang pedalaman, suku terasing yang belum tersentuh teknologi. Mereka berganung pada alam dan menjaganya. Mengambil seperlunya, tidak seperti manusia moderen yang mengambil sebanyak-banyaknya. Orang tua sering kawatir sehingga melarang anaknya main dialam terbuka, tidak boleh main kotor-kotoran, main air, memegang kucing tak terurus bahkan mengajarkan untuk berteriak marah saat ada kucing liar masuk ke rumah. Mengajarkan bahwa kecoak, cacing, ulat dan hewan liar lain sebagai hewan menakutkan. Terkikislah fitrah manusia.
Sejak bayi karena peran orang tua, terutama ibu anak sekarang telah ikut merusak hutan. Setiap bayi amerika pada usia 4 tahun telah menghabiskan 10 pohon untuk diapers mereka, sedangkan di alam diapers butuh waktu 500 tahun untuk terurai. Orang Indonesia sekarang telah mulai tertular budaya ini.
Wanita dewasa sekarang juga lebih senang menggunakan pembalut sekali pakai. Pembakut sama seperti diapers, butuh waktu ratusan tahun untuk terurai. Jika diapers dan pembalut butuh waktu 500 tahun untuk terurai bayangkan puluhan tahun yang akan datang, bumi akan penuh sampah-sampah menjijikkan.
Penggunaan pembalut yang kurang berkualitas juga disinyalir menjadi penyebab bertambahnya penderita kanker servik/mulut rahim. Dari penelitian setiap milimeter persegi pembalut yang telah dipakai dua jam mengandung lebih dari seratus bakteri. Sekadangkan kita rata-rata menggunakan pembalut dalam kurun waktu 6 jam, tentu jumlah bakterinya telah berlipat ganda.
Saat ini Amerika sudah bersiap untuk mendaur ulang pembalut dengan hasil yang katanya telah memenuhi standar higiene. Tapi tidaklah mudah merubah merubah opini publik bahwa produk ini menjijikkan. Apakah juga benar-benar higienis? Menurutku sampah pembalut bisa termasuk limbah b3 (bahan berbahaya dan beracun) karena mengandung darah, apalagi darah kotor. Apa pada daur ulang bisa menjamin produknya bebas dari bakteri dan virus berbahaya? Bukan hanya bakteri yang hidup pada pembalut tapi juga bakteri dan virus yang hidup di darah manusia atau yang bisa menular lewat darah.
Berapa bayak sampah yang telah kita sumbang untuk merusak habitat manusia?

Baca juga