Tampilkan postingan dengan label alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 November 2017

UJIAN PRAKTEK IPA SMP RIFA'IYAH 01 SAPURAN TAHUN 2016/2017

Ujian praktek tahun lalu mengambil tema pewarna alami pada makanan.
beberapa hasil praktek
1. Mata sapi dengan pewarna daun pandan
Mata sapi adalah makanan tradisional/jajan pasar terbuat dari ketela parut dicampur agar-agar dengan bagian tengahnya berisi pisang. dimasak dengan cara dikukus, setelah matang diiris melintang sehingga tampak pisang di tengah bulatan ketela. Makanan ini biasa disajikan dengan parutan kelapa sebagai pelengkap.  Mata sapi biasa diberi aneka warna necolok dengan pewarna sintetis. warna yang diharapkan hijau cerah ternyata setelah jadi warnanyaa menjadi hijau kecoklatan.
2. Lemet dengan pewarna daun pandan
lemet dibuat dari ketela pohon diparut dicampur gula dan santan. Umunnya lemet berwarna merah karena gula jawa.
3. Opak kuning dengan pewarna kunyit
Opak juga makanan olahan singkong. Bentuk makanan ini sejenis dengan kerupuk. penduduk di sekitar SMP Rifa'iyah 01 Sapuran banyak yang memiliki home industri pembuatan opak.
4. nasi uduk kuning dengan pewarna kunyit

5. ketan dengan pewarna kunyit
6. bubur dengan pewarna kunyit
7. cenil ungu dengan pewarna buah naga
cenil adalah makanan tradisional dengan bahan baku amilum ketela atau tepung tapioka. tepung ditambah sedikit air panas, garam, dan pewarna dan diuleni hingga kalis kemudian di rebus atau dikukus. sebagai pelengkap cenil dihidangkan dengan parutan kelapa dan gula jawa cair

8. biji salak dengan pewarna daun pandan
9. opak hijau dengan pewarna cabai hijau
10. opak hijau dengan pewarna daun ketela pohon/singkong
11. bolu buah naga
bolu kukus buah naga
12. tempe bakar dengan saus tomat
13. nasi hijau dengan pewarna daun pandan
14. lemet dengan pewarna daun suji
15. utri dengan pewarna daun suji
16. peyek hijau dengan pewarna pandan

17. nasi ungu dengan pewarna anggur
18. agar - agar hijau denga pewarna daun pandan
19. agar - agar kuning dengan pewarna labu kuning (puding)
20. opak ungu dengan pewarna ubi ungu (jadinya warna pink)

21. klepon ungu dengan pewarna buah naga

22. nasi uduk orange dengan pewarna wortel
23. nasi ungu dengan pewarna buah naga
24. bubur irut ungu dengan pewarna buah ranti (rasa agak pahit)

25. naga sari dengan pewarna buah labu kuning

26. agar - agar ungu dengan pewarna ubi ungu (puding)

27. mata sapi merah dengan pewarna buah ucen/rabsberi liar
28. mata sapi ungu dengan pewarna buah naga
29. cimol kuning dengan pewarna kunyit

30. nasi merah dengan pewarna cabai merah

31. nasi goreng ungu dengan pewarna buah naga
32. nasi uduk hijau dengan pewarna daun pandan

33. lepet hijau dengan pewarna daun suji
lepet adalah makanan tradisional dengan bahan pokok beras ketan yang ditanak dengan santan setenga matang kemudian dibungkus daun kelapa muda/janur dan dikukus hingga matang. bagian dalam lepet kadang diberi bahan tambahan seperti abon, srundeng, kacang hijau, kacang merah dsb.
34. krecek/rengginan kuning dengan pewarna kunyit
35. apem hijau daun pandan
36. nasi goreng hijau daun pandan
37. krecek/rengginan hijau daun pandan
38. mendut hijau daun pandan

39. naga sari hijau daun pandan

40. apem ungu buah naga














41. utri orange dengan pewarna wortel
42. nasi goreng hijau dengan pewarna daun singkong
43. opak hijau dengan pewarna cabai


















44. nasi ungu dengan pewarna buah madu/karamunting
45. apem hijau dengan pewarna daun pandan
46. klepon hijau dengan pewarna daun pandan
47. lontong hijau dengan pewarna pandan
48. mendut orange dengan pewarna wortel
49. klepon hijau dengan pewarna daun suji
50. opak hijau dengan pewarna apel malang
51. utri hijau dengan pewarna daun pandan
52. lemper kuning dengan pewarna kunyit
53. mata sapi hijau daun pandan
54. bubur buah naga
bubur buah naga

55. nata roda daun suji

56. lekok/geblek buah naga



























Jumat, 02 Oktober 2015

Anggrek Bulan, Phalaenopsis amabilis

Puspa pesona dari famili orchidaceae ini termasuk dalam anggrek epifit yang menyukai sedikit sinar matahari dan termasuk anggrek dataran rendah serta menyukai tempat lembap. penyebaran anggrek bulan cukup luas dari Indonesia, Malaysia, Philipina, dan Australia. tumbuhan anggrek bulan bersifat monopodial (tidak bercabang) dan membentuk roset akar. Daun hijau berbentuk lonjong dengan panjang sekitar sejengkal. Akar berwarna putih dan berdaging. Bentuk bunga cenderung bulat dengan diameter sekitar 10 cm berwarna putih dengan lidah kuning, mengeluarkan sedikit aroma wangi, bunga anggrek ini mampu bertahan hingga sekitar satu bulan.

Di alam anggrek bulan semakin sulit dijumpai karena rusaknya habitat maupun perburuan anggrek. Saya merasa masih beruntung bisa melihat anggrek bulan dihabitatnya beberapa tahun lalu sekitar 2 km dari tempat saya mengajar. Sekarang pohon nangka yang dihuni anggrek bulan sudah ditebang.
Menurut cerita warga dulu anggrek bulan sangat banyak di daerah itu, dengan semakin banyak pohon yang ditebang musnahlah juga anggrek ini. selain itu sering ada pemburu anggrek yang datang, para pemburu anggrek memberi anggrek dari warga yang memiliki pohon tempat anggrek ini hidup, satu anggrek berbunga dihargai sekitar 20.000 rupiah. di alamnya anggrek bulan sangat cepat berkembang, saat musim kemarau banyak anggrek yang mati, hanya beberapa anggrek yang mampu bertahan. Tetapi saat hujan disekitar anggrek yang tersisa akan bermunculan anak-anak anggrek Anggrek lama maupun anggrek baru akan segera berbunga, yang dulu saya saksikan anak anggrek dengan 2-3 daun sudah berbunga. Setelah berbunga, beberapa bunga akan menghasilkan buah anggrek, satu buah anggrek memiliki jutaan biji. sayangnya biji anggrek tidak memiliki cadangan makanan. Buah yang tua akan pecah dan tertiup angin, beberapa biji jatuh di kulit pohon berlumut atau di akar anggrek dewasa, biji inilah yang akan tumbuh menjadi anggrek baru dimusim penghujan yang akan datang. Biji anggrek yang jatuh ditempat yang tidak sesuai akan segera mati begitu berkecambah karena tidak mampu memenuhi nutrisi untuk pertumbuhanya dan juga karena serangan jamur. Biji anggrek yang jatuh di lumut ada yang mampu tumbuh karena beberapa lumut mempunyai zat anti jamur dan lebih banyak lagi anak anggrek yang muncul disekitar akar anggrek dewasa yang mampu melewati kemarau dikarenakan anggrek membuthkan sinbiosis dengan bakteri rizobium, dengan berkecambah didekat akar anggrek secara otomatis bakteri rizobium akan langsung berzimbiosis dengan anak anggrek senhingga anak anggrek tidak mati kelaparan.
Konon P. amabilis (L) Bl pertama kali ditemukan di Ambon pada tahun 1750. dalam buku Herbarium Amboinense 6:99, Rumphius memberi nama anggrek ini Angraecum alba-majus. Di waktu yang hampir bersamaan (1752) Peter Osbeck membawa anggrek yang sama dari jawa barat dan diidentifikasi oleh Linnaeus sebagai Epidendrum amabile yang diterbitkan dalam Species Plantanum (1753). Pada tahun 1825 Blume memasukkan tumbuhan ini dalam genus Phalaenopsis dan diberi nama Phalaenopsis amabilis dan dipublikasikan dalam Bijdegen (p.294) dan nama ini disepakati sebagai nama taksonomi dari anggrek bulan hingga saat ini.

Dahlia

Dahlia, bunga indah berumbi dengan banyak spesies dan kultivar ini konon berasal dari pegunungan meksico dan merupakan bunga nasional negara meksiko. Bunga ini masuk ke Indonesia dibawa oleh penjajah Belanda. Dahlia bisa termasuk bunga parennial (tahunan) kadang saat kondisi lingkungan tidak mendukung dahlia akan melakukan dormansi dan muncul kembali saat kondisi lingkungan telah sesuai. habitus dahlia bermacam-macam dari tanaman semak kerdil hingga berkayu yang bisa mencapai ketinggian lebih dari dua meter. Ukuran bunga juga bermacam-macam dari diameter 5 cm hingga 30 cm.

Klasifikasi dahlia adalah
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Dicotyledonae
Classis : Compositae
Genus : Dahlia
Spesies : Dahlia spp.





Untuk tumbuh dahlia memerlukan sinar matahari penuh/tanpa naungan di daerah dataran tinggi dengan ketinggian 700-1.000 dpl pada pH netral (6-8) dan tanah gembur berhumus. Dahlia biasa dikembangkan dengan umbi yang berasal dari tanaman berusia diatas 6 bulan. selain itu juga bisa dengan cara stek dan menggunakan biji.

Menurut penelitian umbi dahlia mengandung 3,8% inulin yang merupakan polimer dari fuktosa dan termasuk berserat tinggi. Inulin mudah larut dalam air dan tidak dapat dicerna oleh enzim manusia sehingga nilai kalorinya rendah sehingga pati dahlia bisa digunakan sebagai bahan pangan alternatif rendah lemak yang aman dikonsumsi penderita diabetes maupun obesitas. Mungkin bisa untuk bahan pembuat roti maupun mie instan.

Inulin walaupun tidak bisa dicerna enzim manusia tetap mempunyai manfaat yang besar bagi tubuh diantaranya sebafai probiotik yaitu untuk makanan bakteri baik dalam usus manusia. Saat melalui saluran pencernaan hingga ke usus inulin tidak akan berubah. Di dalam usus besar inulin baru mengalami fermentasi menjadi asam-asam lemak yang mampu meningkatkan ketahanan tubuh.
Asam laktat yang dihasilkan juga akan mencegah konstipasi dan meningkatkan absopsi kalsium yang bisa menguatkan tulang dan gigi serta mencegah osteoporosis sehingga inulin banyak ditambahkan pada susu baik susu formula untuk balita maupun susu untuk lansia.

Struktur Inulin
Inulin adalah polimer dari fruktosa, pada umumnya mengandung sekitar 35 unut fruktosa yang dihubungkan dengan rantai lurus ikatan  β-2,1 glikosida (karbon 2 dari salah satu fruktosa dihubungkan ke karbon 1 fruktosa sebelumnya). Tiap inulin mempunyai glukosa pada awal rantai

Jumat, 07 November 2014

3 R (reuse, reduce, recycle) Garden : Pot Daur Ulang

Bertanam tak selamanya memerlukan lahan luas maupun modal besar.
Kalau bertanya kapan waktu yang paling tepat untuk mulai menanam jawabnya adalah sekarang.
Karena sekarang awal musim penghujan? bukan itu alasan saya, apapun musimnya bertanam yang paling baik adalah sekarang, bukan besok apalagi kemarin.
apapun musimnya dan apapun keadaanya bukan penghalang kita untuk mulai bertanam.
punya lahan luas atau sempit, bahkan tak punya lahan tetap bisa bertanam.
tak punya dana? yang kita perlukan dalam bertanam adalah kemauan.
belum pernah menanam? sekaranglah saat yang tepat untuk menanam.
berikut adalah contoh modifikasi tempat menanam yang pernah saya buat, simpel dan murah meriah.
1. Pot bekas kemasan minyak, susu dan kantong plastik/aluminium foil lainnya
plastik kemasan minyak bisa dijadikan sebagai pengganti polibag. bahkan daya tahan plastik bekas ini lebih baik daripada polibag. bekas kemasan minyak perlu dicuci dahulu sebelum digunakan karena sisa-sisa minyak bisa menyebabkan timbulnya jamur. untuk kemasan susu maupun kemasan makanan yang lain bisa digunakan tanpa dicuci terlebih dahulu.
2. Botol dan Gelas Plastik Bekas
botol plastik dari pada dibuang juga bisa dimanfaatkan untuk pengganti pot
3. ember, panci, kaleng dan wadah - wadah lain yang sudah tidak terpakai.
berikut beberapa foto pot-pot daur ulang saya
Bekas tempat agar-agar, tentunya hanya untuk tanaman kecil

pot anggrek dengan menggunakan botol air mineral, sebenarnya ini pot gantung tapi sedang saya turunkan


ini penampakan kebun di kontrakan. karena tidak ada lahan tersisa tritisan rumah (apa bahasa Indonesianya?) saya gunakan untuk tempat tanaman

vertikal garden dengan botol belas kemasan 600ml

 tray semai dari gelas bekas air mineral. gelanya dobel. yang luar diberi gantungan supaya bisa tingkat sehingga lebih menghemat tempat, selain sebagai tempat gelas yang didalam juga sebagai penampung air. belas dalam dilubangi dan diberi sumbu agar air dari gelas luar bisa naik ke gelasdalam yang berfungsi sebagai tenpat benih. gantunganya dari ranting kayu. hemat biaya, tempat dan tenaga karena tidak harus sering menyiram.
pot gelas air mineral

polibag bekas kemasan susu formula

hidroponik wick dengan botol bekas

pot gantung dari gelas bekas es



Minggu, 20 Juli 2014

Wanita Dewasa Tidak Ramah Lingkungan

Secara fitrah manusia cinta alam. Lihat anak kecil yang belum terkontminasi orang dewasa, mereka suka di alam terbuka, lihat kucing buruk pun ingin di belai sayang. Anak-anak senang jika diajak ke kebun binatang maupun bermain di alam terbuka diantara pepohonan dan gemericik air, bahkan air kotor sekalipun. Orang dewasa lain lagi, suka alam untuk dikuasai.
Semakin besar, kecintaan pada alam semakin berkurang, kebutuhan hidup seperti mengalahkan kecintaan pada alam. Menurutku kecintaan pada alam sebenarnya tidak hilang dengan sendirinya, tetapi diajarkan oleh orang dewasa terutama orang tua. Lihatlah orang-orang pedalaman, suku terasing yang belum tersentuh teknologi. Mereka berganung pada alam dan menjaganya. Mengambil seperlunya, tidak seperti manusia moderen yang mengambil sebanyak-banyaknya. Orang tua sering kawatir sehingga melarang anaknya main dialam terbuka, tidak boleh main kotor-kotoran, main air, memegang kucing tak terurus bahkan mengajarkan untuk berteriak marah saat ada kucing liar masuk ke rumah. Mengajarkan bahwa kecoak, cacing, ulat dan hewan liar lain sebagai hewan menakutkan. Terkikislah fitrah manusia.
Sejak bayi karena peran orang tua, terutama ibu anak sekarang telah ikut merusak hutan. Setiap bayi amerika pada usia 4 tahun telah menghabiskan 10 pohon untuk diapers mereka, sedangkan di alam diapers butuh waktu 500 tahun untuk terurai. Orang Indonesia sekarang telah mulai tertular budaya ini.
Wanita dewasa sekarang juga lebih senang menggunakan pembalut sekali pakai. Pembakut sama seperti diapers, butuh waktu ratusan tahun untuk terurai. Jika diapers dan pembalut butuh waktu 500 tahun untuk terurai bayangkan puluhan tahun yang akan datang, bumi akan penuh sampah-sampah menjijikkan.
Penggunaan pembalut yang kurang berkualitas juga disinyalir menjadi penyebab bertambahnya penderita kanker servik/mulut rahim. Dari penelitian setiap milimeter persegi pembalut yang telah dipakai dua jam mengandung lebih dari seratus bakteri. Sekadangkan kita rata-rata menggunakan pembalut dalam kurun waktu 6 jam, tentu jumlah bakterinya telah berlipat ganda.
Saat ini Amerika sudah bersiap untuk mendaur ulang pembalut dengan hasil yang katanya telah memenuhi standar higiene. Tapi tidaklah mudah merubah merubah opini publik bahwa produk ini menjijikkan. Apakah juga benar-benar higienis? Menurutku sampah pembalut bisa termasuk limbah b3 (bahan berbahaya dan beracun) karena mengandung darah, apalagi darah kotor. Apa pada daur ulang bisa menjamin produknya bebas dari bakteri dan virus berbahaya? Bukan hanya bakteri yang hidup pada pembalut tapi juga bakteri dan virus yang hidup di darah manusia atau yang bisa menular lewat darah.
Berapa bayak sampah yang telah kita sumbang untuk merusak habitat manusia?

Baca juga