Tampilkan postingan dengan label IPA KELAS IX. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA KELAS IX. Tampilkan semua postingan
Jumat, 18 September 2020
Sistem Perkembangbiakan Tumbuhan 1
Reproduksi Aseksual
Tumbuhan Angiospermae mengalami reproduksi aseksual dan reproduksi seksual. tumbuhan dapat bereproduksi dengan menggunakan bagian tumbuhan seperti akar, batang, ataupun daun. Cara reproduksi tumbuhan dengan menggunakan bagian tumbuhan disebut reproduksi secara vegetatif. Reproduksi tumbuhan secara vegetatif disebut juga reproduksi aseksual karena tumbuhan dapat menghasilkan individu baru tanpa me libatkan proses fertilisasi (proses peleburan inti sel sperma de ngan inti sel telur sehingga membentuk zigot). Tumbuhan dapat melakukan reproduksi aseksual karena tumbuhan memiliki sel-sel yang memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel penyusun jaringan dan organ tumbuhan yang disebut sel meristem. Keturunan yang dihasilkan dari reproduksi aseksual memiliki sifat atau karakter yang sama dengan sifat induk.
Reproduksi aseksual alami
a) Rhizoma
Masih ingatkah kamu dengan ciri batang? Pada batang terdapat ruas dan buku, untuk
Pada buku inilah tempat tumbuhnya tunas yang akan berkembang menjadi tumbuhan baru. Beberapa tumbuhan bereproduksi dengan tunas pada batang yang ada di dalam tanah. Batang yang ada di dalam tanah disebut rhizoma. Beberapa contoh tumbuhan yang reproduksi dengan rhizoma adalah jahe, kunyit, lengkuas, dan temulawak.
b) Stolon
Pernahkah kamu mengamati rumput di lapangan? Pada rumput dan beberapa tanaman lain misalnya stroberi dan pegagan terdapat batang yang menjalar di atas tanah. Batang tumbuhan yang menjalar di atas tanah disebut stolon (geragih). Tunas dapat tumbuh pada buku dari stolon. Saat tunas terpisah dari tanaman induk, tunas sudah mampu tumbuh menjadi individu baru.
c) Umbi Lapis
Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan umbi lapis? Umbi lapis terdapat pada bawang merah. Coba perhatikan lapisan-lapisan yang terdapat pada bawang merah. Dinamakan umbi lapis karena memperlihatkan susunan berlapis-lapis yang terdiri atas daun yang menebal, lunak dan berdaging dan batang yang berupa bagian kecil pada bagian bawah umbi lapis yang disebut dengan cakram. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa umbi lapis (bulbus batang dan daun. Pada tumbuhan yang bereproduksi dengan umbi lapis, terdapat kuncup samping. Kuncup samping yang tumbuh biasanya merupakan umbi lapis kecil-kecil, berkelompok di sekitar umbi induknya. Bagian ini dinamakan siung atau anak umbi lapis. Jika siung tersebut dipisahkan dari induknya, maka akan menghasilkan tumbuhan baru. Lapisan daun Cakram
d) Umbi Batang
Pernahkah kamu mengamati sebuah kentang? Jika kamu amati dengan seksama, pada permukaan kentang, mungkin kamu akan dapat melihat mata tunas (kuncup). Pada kondisi yang sesuai untuk pertumbuhannya dari mata tunas ini akan terbentuk tunas dan menghasilkan tumbuhan baru. Kentang merupakan salah satu contoh tumbuhan yang mengalami pembengkakan pada batang di dalam tanah dan berisi cadangan makanan. Batang yang demikian disebut dengan umbi batang. Umbi batang selain berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan juga berfungsi untuk reproduksi. Tanaman ubi jalar juga dapat berkembangbiak dengan menggunakan umbi batang.
e) Kuncup Adventif Daun
Bagaimana daun dapat menghasil kan individu baru? Tahukah kamu bahwa pada bagian tepi daun terdapat sel yang selalu membelah (sel meristem). Pada bagian daun yang demikian dapat membentuk kuncup. Kuncup merupa kan calon tunas yang terdiri
atas calon batang beserta calon daun. Kuncup yang terdapat pada tepi daun disebut kuncup adventif daun atau tunas liar pada tepi daun. Contoh tumbuhan yang reproduksi dengan kuncup adventif daun adalah cocor bebek.
2) Reproduksi Aseksual Buatan
Pernahkah kamu mendengar tentang pohon jeruk yang masih muda tetapi mampu menghasilkan buah dalam jumlah banyak dan rasa yang manis? Apakah jeruk jenis demikian ada secara alami di alam? Tahukah kamu bagaimana singkong atau ketela pohon ditanam di kebun yang luas? Reproduksi aseksual dapat terjadi secara alami di
alam seperti yang telah dibahas sebelumnya. Reproduksi aseksual juga dapat dilakukan dengan bantuan manusia.
a) Cangkok
Cangkok dapat dilakukan dengan mengelupas kulit suatu tangkai tanaman berkayu, kemudian dibalut dengan tanah dan dibungkus dengan sabut kelapa atau plastik, sehingga tumbuh akar. Apabila bagian kulit yang terkelupas telah tumbuh akar, maka tangkai dapat dipotong dan ditanam di tanah. Tanaman yang dihasilkan dari cangkok
memiliki sifat seperti induk dan cepat berbuah. Namun demikian, perakaran tanaman ini kurang kuat. Cangkok dapat dilakukan pada tanaman berkayu seperti mangga, rambutan, kelengkeng dan jeruk.
b) Merunduk
Merunduk dapat dilakukan dengan membenamkan tangkai tanaman ke tanah,sehingga bagian yang tertanam dalam tanah tumbuh akar. Apabila sudah tumbuh akar maka tanaman dapat dipisahkan dari induk. Merunduk dapat dilakukanpada tanaman yang memiliki cabang batang yang panjang dan lentur, misalnya bunga Alamanda.
c) Menyambung (enten)
Cara reproduksi menyambung (enten) adalah dengan memotong suatu batang tanaman lalu disambung dengan batang tanaman lain yang sejenis yang berbeda sifat. Pada satu pohon tanaman hasil enten dapat menghasilkan dua atau lebih buah atau bunga dengan sifat yang berbeda, misalnya tanaman terong hijau disambung dengan terong ungu, maka dalam satu tanaman dapat menghasilkan terong hijau dan terong ungu. Tanaman
bunga kertas (Bougainvillea) adalah tanaman yang sering disambung agar dalam satu tanaman terdapat beberapa warna bunga, misalnya pada suatu cabang batang tanaman bunga kertas yang berwarna merah disambung dengan potongan cabang batang tanaman bunga kertas berwarna ungu dan pada cabang lain disambung dengan cabang batang yang memiliki bunga berwana putih. Dengan demikian, akan dihasilkan tanaman bunga kertas yang memiliki bunga beraneka warna dalam satu tanaman.
d) Menempel (okulasi)
Cara reproduksi menempel (okulasi) dapat dilakukan dengan menempelkan mata tunas yang ada pada kulit tanaman pada batang tanaman lain yang sejenis. Teknik okulasi atau menempel sering digunakan oleh petani untuk mendapatkan tanaman “unggul” dari 2 atau lebih tanaman yang se jenis. Misalnya untuk menghasilkan buah jeruk dengan sifat unggul. Misalnya jenis pohon jeruk batang kuat tetapi jeruknya kecil dan masam dan jenis pohon jeruk yang pohonnya tidak terlalu kuat tetapi jeruknya besar dan manis. Mata tunas pohon jeruk dengan hasil buah besar dan manis ditempelkan pada batang pohon jeruk yang batangnya kuat. Oleh karena itu, akan dapat dihasilkan pohon jeruk yang berbatang kuat dengan buah yang besar dan manis.
Reproduksi Seksual pada Tumbuhan Angiospermae
Pada reproduksi seksual, digunakan sel kelamin yaitu sel sperma dan sel telur dan proses
fertilisasi untuk menghasilkan biji. Biji dapat tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan baru.
1) Penyerbukan (Polinasi)
Proses menempelnya serbuk sari ke kepala putik disebut penyerbukan (polinasi)
Perantara Penyerbukan
a) Angin (Anemogami)
Tanaman jagung dan padi memiliki bunga yang kecil dan tangkai bunga yang mudah bergoyang bila tertiup angin. Tanaman dengan bunga yang berukuran kecil, jumlah bunga banyak dan ringan, serta tidak menghasilkan nektar atau bau merupakan beberapa ciri tanaman yang penyerbukannya dibantu oleh angin. Penyerbukan yang dibantu oleh angin disebut anemogami.
b) Serangga (Entomogami)
Bunga matahari memiliki warna yang menarik dan cerah misalnya kuning, dan menghasilkan nektar. Tahukah ka mu apa fungsi ciri tersebut bagi bunga matahari? Ciri yang dimiliki bunga matahari dan
bunga yang memiliki ciri serupa sangat menarik bagi serangga, seperti lebah, untuk hinggap dan menghisap nektar. Umumnya ser buk sari yang dihasilkan lengket sehingga mudah melekat pada
kaki serangga. Dengan demikian, serangga ikut memindahkan serbuk sari ke putik. Penyerbukan yang terjadi dengan bantuan serangga disebut entomogami.
Nektar atau madu yang dihasilkan bunga mengandung berbagai karbohidrat, seperti sukrosa, fruktosa, dan glukosa, hingga mencapai 87%. Selain itu, nektar juga mengandung asam amino, asam organik, vitamin, senyawa aromatik, dan juga mineral. Lebah atau serangga mencari madu sebagai sumber energi untuk disimpan sebagai cadangan makanan.
c) Burung (Ornitogami)
Tanaman yang penyerbukannya dibantu oleh burung umumnya memiliki ukuran bunga yang besar, berwarna merah cerah, tidak berbau, menghasilkan nektar dalam jumlah cukup banyak, dan mahkota bunga berbentuk terompet, misalnya bunga cangkring atau dadap (Erythrina variegata). Ukuran bunga yang besar berguna untuk menahan berat dari burung. Namun tidak semua jenis
burung dapat membantu penyerbukan. Contoh burung yang dapat membantu penyerbukan adalah burung isap madu dan burung kolibri.
d) Kelelawar (Kiropterogami)
Ciri-ciri bunga yang penyerbukannya dibantu oleh kelelawar ialah menghasilkan nektar, memiliki warna yang menarik, menghasilkan bau, dan mekar pada malam hari, misalnya yaitu tanaman kaktus.
e) Manusia (Antropogami)
Tanaman yang penyerbukannya dibantu oleh manusia biasanya merupakan bunga yang berumah dua, artinya dalam pohon hanya terdapat bunga jantan atau bunga betina saja. Ada pula tanaman yang serbuk sarinya sulit untuk bertemu dengan putik, sehingga sulit untuk melakukan penyerbukan sendiri, misalnya bunga vanili dan anggrek.
Penyerbukan merupakan menempelnya serbuk sari pada kepala putik. Ternyata serbuk sari dapat berasal dari bunga itu sendiri maupun dari bunga lain. Berdasarkan asal serbuk sari, penyerbukan
dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu:
1. Autogamy/penyerbukan sendiri , yaitu jika serbuk sari yang menempel pada putik berasal dari bunga itu sendiri. Contoh putik bunga matahari diserbuki oleh benang sari dari bunga matahari dari bunga yang sama.
2. Geitogamy/penyerbukan tetangga, yaitu jika serbuk sari yang menempel pada putik berasal dari bunga lain pada tumbuhan itu juga. Contoh putik bunga matahari diserbuki oleh benang sari bunga matahari dari tangkai bunga disebelahnya.
3. allogamy/xenogamy/penyerbukan silang, yaitu jika serbuk sari yang menempel pada kepala putik berasal dari bunga tumbuhan lain dan tumbuhan asal polen masih tergolong jenis yang sama. Contoh putik bunga matahari diserbuki oleh serbuk sari dari bunga matahari yang berasal dari tanaman disebelahnya.
4. Hybridogamy/penyerbukan bastar, yaitu jika serbuk sari yang menempel pada kepala putik berasal dari bunga pada tumbuhan lain yang berbeda jenis atau setidaknya memiliki satu sifat beda. Contoh putik bunga matahari jenis besar disebuki oleh putik bunga matahari jenis kecil.
2) Pembuahan (Fertilisasi)
Serbuk sari memiliki inti vegetatif dan inti generatif. Setelah serbuk sari melekat pada kepala putik (stigma) yang sesuai (berasal dari tumbuhan yang sejenis), maka serbuk sari akan menyerap air dan berkecambah membentuk buluh serbuk sari. Buluh serbuk sari tumbuh dan bergerak menuju bakal buah melalui tangkai putik. Inti sel di dalam buluh serbuk sari akan membelah menjadi dua. Dua inti sel generatif tersebut akan berkembang menjadi dua inti sel sperma. Satu inti vegetatif di dalam serbuk sari berperan menjadi penuntun gerak tumbuh buluh serbuk sari ke bakal biji. Satu inti sel sperma membuahi inti sel telur (ovum) membentuk zigot (calon individu baru), dan satu
inti sel sperma yang lain membuahi inti kandung lembaga sekunder membentuk endosperma atau cadangan makanan. Pada proses ini terjadi dua kali pembuahan maka disebut dengan pembuahan ganda.
Jumat, 03 Juli 2020
PEMBELAHAN SEL
Setiap makhluk hidup tersusun dari kumpulan sel. Beberapa makhluk hidup mikroskopis terdiri dari satu sel, sedang makhluk hidup makroskopis bisa tersusun dari milyaran sel. Hampir semua makhluk hidup termasuk manusia pada awalnya berasar dari satu sel yang mengalami pembelahan sehingga dihasilkan begitu banyak sel penyusun tubuh makhluk hidup.
Pada tahun 1858 seorang dokter Rudolf Virchow mengemukakan bahwa sel berasal dari sel. Sehingga sel memiliki kemampuan untuk membelah atau memperbanyak diri.
Pembelahan sel sangat penting bagi kelangsungan hidup makhluk hidup. Manusia bermula dari peleburan sel sperma dan sel telur menghasilkan satu sel yang disebut zigot. Zigot kemudian membelah menjadi masa sel dan berdiferensiasi sesuai fungsinya. Alasan sel mengalami pembelahan adalah untuk pertumbuhan, perbaikan, dan reproduksi.
1. Pertumbuhan
Sel akan membelah menjadi banyak. Semakin banyak sel maka ukuran dan masa makhluk hidup juga semakin Besar.
2. Perbaikan
Saat bagian tubuh terluka, luka akan sembuh atau menutup. Penutupan luka ini terjadi karena hasil pembelahan sel.. selain itu sel tubuh memiliki usia tertentu, setelah batas usia sel akan mati dan diganti dengan sel yang baru.
3. Reproduksi
Pada makhluk hidup bersel satu pembelahan sel langsung menghasilkan indifidu baru. Sedang pada makhluk hidup bersel banyak yang berkembangbiak secara seksual (generatif) pembelahan sel akan menghasilkan sel reproduksi yang pada akhirnya membentuk individu baru.
Tipe pembelahan sel sebenarnya dibagi menjadi tiga yaitu amitosis, miosis, dan mitosis. Pembelahan amitosis hanya terjadi pada kingdom prokariotik yang tidak memiliki membran inti. pada pembelahan ini organel sel membelah secara langsung dan menghasilkan individu baru. yang akan kita bahas di sini hanya pembelahan miosis dan mitosis.
Pembelahan Mitosis
Pembelahan mitosis terjadi pada sel tubuh makhluk hidup yang disebut sel somatis/somatik. Fungsi pembelahan mitosis agar makhluk hidup bisa tumbuh karena pertambahan jumlah sel, selain itu juga untuk mengganti sel yang rusak.
Pembelahan mitosis menghasilkan sel baru yang secara genetik memiliki sifat sama dengan induknya. Sifat lain dari pembelahan mitosis adalah jumlah kromosom sama dengan induknya, karena terjadi pada sel somatik kromosom yang dihasilkan berpasangan atau biasa disebut diploid (2n).
Pembelahan mitosis melalui 4 taham pembelahan yaitu profase, metafase, anafase, dan telofase
1. Profase
Membran inti mulai rusak menjadi fragmen/bagian kecil, kemudian inti sel menghilang.
Kromosom menduplikasi dan memendek membentuk kromatid.
Gelendong mitotik terbentuk yang terdiri sentrosome dan microtubulus yang menjulur dari sentrosome.
2. Metafase
kromosome berjajar di bidang pembelahan. Metafase ditandai dengan kromosome bergerak menuju ekuator sel atau disebut lempeng metafase. pada tahap ini, membran akan benar-benar menghilang serta benang-benang gelondong akan mencapai sentromer.
3. Anafase
kromatin-kromatin yang identik akan saling memisahkan diri kembali membentuk kromosome. Kromosome bergerak menuju kutub berlawanan. pada akhir anafase kedua kutub sel memiliki kromosome dengan jumlah yang sama.
4. Telofase
membran inti mulai lagi bergabung.
terbentuk dua sel anakan yang bersifat diploid.
Pembelahan miosis
Pembelahan miosis terjadi pada pembentukan sel reproduksi. Sifat sel anakan yang dihasilkan memiliki kromosome setengah dari kromosom sel induk (n / haploid). Pembelahan miosis disebut juga pembelahan reduksi karena terjadi pengurangan jumlah kromosom.
Pembelahan miosis berlangsung dalam 2 tahap yaitu meiosis 1 dan meiosis 2.
1. Meiosis 1
Profase I
Membran inti mulai rusak dan terbentuk gelendong pembelahan. Benang-benang kromatin memadat menjadi kromosom dan menduplikasi. kromosom homolog berpasangan
Metafase I
Kromosom berjejer pada bidang pembelahan
Anafase I
Kromosom homolog memisah dan bergerak ke kutub-kutub yang berlawanan
Telofase I
kromosom homolog bergerak dan berkumpul di kutub berlawanan. membran inti mulai terbentuk kembali. terjadi sitokinase sehingga terbentuk dua sel anakan bersifat haploid
2. Meiosis II
Profase II
Membran inti mulai rusak menjadi bagian-bagian kecil dan terbentuk gelendong pembelahan sel.
Metafase II
Kromosom berjejer pada bidang pembelahan.
Anafase II
kromatid berpisah dan bergerak ke kutub-kutub berlawanan.
Telofase II
Mukleus terbentuk, kromosom terurai membentuk ktomatin dan sitokinesis terjadi.
RPP Sistem reproduksi pada Manusia
buku BSE kelas 9 kurikulum 2013 revisi 2018
Pembelahan miosis
Pembelahan miosis terjadi pada pembentukan sel reproduksi. Sifat sel anakan yang dihasilkan memiliki kromosome setengah dari kromosom sel induk (n / haploid). Pembelahan miosis disebut juga pembelahan reduksi karena terjadi pengurangan jumlah kromosom.
Pembelahan miosis berlangsung dalam 2 tahap yaitu meiosis 1 dan meiosis 2.
1. Meiosis 1
Profase I
Membran inti mulai rusak dan terbentuk gelendong pembelahan. Benang-benang kromatin memadat menjadi kromosom dan menduplikasi. kromosom homolog berpasangan
Metafase I
Kromosom berjejer pada bidang pembelahan
Anafase I
Kromosom homolog memisah dan bergerak ke kutub-kutub yang berlawanan
Telofase I
kromosom homolog bergerak dan berkumpul di kutub berlawanan. membran inti mulai terbentuk kembali. terjadi sitokinase sehingga terbentuk dua sel anakan bersifat haploid
2. Meiosis II
Profase II
Membran inti mulai rusak menjadi bagian-bagian kecil dan terbentuk gelendong pembelahan sel.
Metafase II
Kromosom berjejer pada bidang pembelahan.
Anafase II
kromatid berpisah dan bergerak ke kutub-kutub berlawanan.
Telofase II
Mukleus terbentuk, kromosom terurai membentuk ktomatin dan sitokinesis terjadi.
RPP Sistem reproduksi pada Manusia
buku BSE kelas 9 kurikulum 2013 revisi 2018
Jumat, 04 Oktober 2019
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SEKOLAH : SMP RIFA’IYAH 01 SAPURAN
MATA PELAJARAN : ILMU
PENGETAHUAN ALAM
MATERI POKOK : Pewarisan
Sifat Pada Makhluk Hidup
KELAS/SEMESTER : IX /1
ALOKASI WAKTU : 15 jam
pelajaran (6 pertemuan)
A. KOMPETENSI INTI
- Menghargai
dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
- Menghargai
dan menghayati perilaku jujur, disiplin, santun, percaya diri, peduli, dan
bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan
perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan
lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.
- Memahami
dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan
metakognitif pada tingkat teknis dan spesifik sederhana berdasarkan rasa
ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, dan kenegaraan terkait fenomena dan
kejadian tampak mata.
- Menunjukkan keterampilan
menalar, mengolah, dan menyaji secara kreatif, produktif, kritis, mandiri,
kolaboratif, dan komunikatif, dalam ranah konkret dan ranah abstrak sesuai
dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut
pandang/teori.
B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
KOMPETENSI DASAR
|
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
|
3.3. Menerapkan konsep pewarisan
sifat dalam pemuliaan dan kelangsungan makhluk hidup.
|
3.3.1 menjelaskan molekul yang
mendasari pewarisan sifat pada makhluk hidup.
3.3.2 mengidentifikasi struktur
molekul DNA.
3.3.3 mendiskripsikan struktur
materi genetic yang bertanggung jawab dalam pewarisan sifat (DNA, RNA, dan
kromosome).
3.3.4. Menganalisis huhungan
antara kromosom, DNA, RNA, dan karakteristik makhluk hidup.
3.3.5. Menjelakan peranan materi
genetic dalam penentuan sifat.
3.3.6. Menentukan hasil
persilangan monohibrida dan dihibrida melalui diagram sesuai hukum pewarisan
sifat.
3.3.7. Menerapkan hukum mendel
pada pewarisan sifat makhluk hidup.
3.3.8. mengidentifikasi pewarisan
sifat yang ada pada manusia.
3.3.9. mengidentifikasi
karakteristik anggota keluarga untuk menentukan hukum pewarisan sifat.
3.3.10. Membandingkan kromosom
tubuh manusia laki-laki, perempuan, dan sel kelamin.
3.3.11. membuat bagan persilangan
sesuai dengan data yang telah disajikan.
3.3.12. menganalisis mekanisme
pewarisan kelainan sifat pada manusia.
3.3.13. Menjelaskan mekanisme
pewarisan sifat dalam pemuliaan tanaman dan hewan.
|
4.3 menyajikan hasil penelusuran
informasi dari berbagai sumber terkait tentang tanaman dan hewan hasil
pemuliaan.
|
4.3.1 membuat model
materi genetic (DNA atau RNA).
4.3.2. menyajikan
poster hasil penelusuran informasi dari berbagai sumber terkait tentang
tanaman hasil pemuliaan.
4.3.3.
menyajikan poster hasil penelusuran informasi dari berbagai sumber berkait
tentang hewan hasi pemuliaan.
|
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
a.
Pertemuan 1
1.
Melalui studi pustaka siswa dapat menentukan
molekul yang mendasari pewarisan sifat pada makhluk hidup dengan benar.
2.
Melalui diskusi kelompok siswa dapat
mengidentifikasi struktur molekul DNA dengan benar.
3.
Melalui diskusi kelompok siswa dapat mendiskripsikan
struktur materi genetic yang bertanggung jawab dalam pewarisan sifat (DNA, RNA,
dan kromosome) dengan benar.
b.
Pertemuan 2
1.
Melalui studi pustaka siswa dapat menganalisis
huhungan antara kromosom, DNA, RNA, dan karakteristik makhluk hidup dengan
benar.
2.
Melalui diskusi siswa dapat menjelakan peranan
materi genetic dalam penentuan sifat dengan benar.
3.
Melalui pengamatan siswa dapat mengidentifikasi
pewarisan sifat yang ada pada manusia dengan tepat.
4.
Melalui pengamatan siswa dapatmengidentifikasi
karakteristik anggota keluarga untuk menentukan hukum pewarisan sifat dengan
tepat.
5.
Melalui studi pustaka siswa dapat membandingkan
kromosom tubuh manusia laki-laki, perempuan, dan sel kelamin dengan benar.
c.
Pertemuan 3
1.
Menentukan hasil persilangan monohibrida dan
dihibrida melalui diagram sesuai hukum pewarisan sifat.
2.
Menerapkan hukum mendel pada pewarisan sifat
makhluk hidup.
d.
Pertemuan 4
1.
Siswa dapat membuat bagan persilangan sesuai
dengan data yang telah disajikan.
e.
Pertemuan 5
1.
Melalui diskusi siswa dapat menganalisis
mekanisme pewarisan kelainan sifat pada manusia dengan benar.
f.
Pertemuan 6
1.
Melalui studi pustakan siswa dapat menjelaskan
mekanisme pewarisan sifat dalam pemuliaan tanaman dan hewan dengan tepat.
2.
Melalui penugasan siswa dapat membuat poster
hasil penelusuran informasi dari berbagai sumber terkait tentang tanaman hasil
pemuliaan.
3.
Melalui penugasan siswa dapat menyajikan poster
hasil penelusuran informasi dari berbagai sumber berkait tentang hewan hasi
pemuliaan.
D. MATERI AJAR
1.
Materi Reguler :
a.
Pertemuan 1
Molekul yang mendasari pewarisan sifat (materi genetic dan
struktur DNA dan RNA)
b.
Pertemuan 2
Peranan materi genetic dalam pewarisan sifat.
c.
Pertemuan 3
Hukum Mendel tentang pewarisan sifat monohibrid
d.
Pertemuan 4
Hokum mendel tentang pewarisan sifat dihibrid
e.
Pertemuan 5
Pewarisan sifat pada manusia
f.
Pertemuan 6
Pewarisan sifat pada pemuliaan tanaman dan hewan.
2.
Materi Pengayaan
Penentuan golongan darah dan kanker
3.
Materi Remidial
Mengulang pembelajaran yang belum tuntas
E. MODEL/METODE PEMBELAJARAN
Problem based Learning
F. MEDIA DAN BAHAN
Siswa sebagai model, Foto keluarga, bunga
Mirabilis jalapa atau lainnya yang berbeda warna, model DNA
G. SUMBER BELAJAR
Buku siswa
Buku guru Ilmu Pengetahuan Alam kelas IX halaman 173-216
H. LANGKAH PEMBELAJARAN
NO
|
KEGIATAN
|
KETERANGAN
|
Pertemuan 1
|
||
1.1
|
Pendahuluan
1.
Guru mengucap salam, mengecek kehadiran dan
kebersihan kelas.
2.
Guru mengingatkan kembali tentang system
reproduksi manusia dengan mengajukan pertenyaan berkaitan dengan kromosom.
Serta sistim perkembangbiakan hewan dan tumbuhan dengan bertanya perbedaan
perkembangbiakan vegetative dan generative.
3.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang
akan dicapai.
Pertemuan 1: mempelajari molekul yang mendasari
pewarisan sifat.
4.
Guru menyampaikan komponen penilaian pada bab
3.
Penilaian pengetahuan : tugas dan tes lisan.
Penilaian ketrampilan : tugas proyek membuat model
DNA, membuat dan mempresentasikan pewarisan sifat dalam pemuliaan tanaman dan
hewan
Penilaian sikap : selama kegiatan pembelajaran.
|
10 menit
|
1.2
|
Kegiatan Inti
1.
Perwakilan siswa (4 anak) maju ke depan kelas
2 anak sebagai model pembelajaran dan 2 anak membantu mencatat.
2.
Siswa yang lain mengamati dan menyebutkan
perbedaan ciri fisik teman yang menjadi model.
3.
Siswa menjawab pertanyaan guru apa penyebab
perbedaan ciri kedua anak tersebut.
4.
Siswa mencari tau penyebab perbedaan ciri pada
makhluk hidup.
5.
Siswa menuliskan kemiripan ciri fisik siswa
dengan kedua orang tuanya.
6.
Siswa membentuk kelompok dan mengerjakan
kegiatan pada buku siswa halaman 124-125 ( Ayo kita cari tau: perbedaan DNA
dan RNA).
7.
Perwakilan kelompok menyampaikan hasil
diskusinya, kelompok lain menanggapi.
|
60 menit
Fokus karakter : menghargai perbedaan,
bersyukur
|
1.3
|
Penutup
1.
Siswa dengan bimbingan guru membuat kesimpulan
dan merangkum hasil pembelajaran.
2.
Guru menyampaikan materi pembelajaran yang akan
datang yaitu peranan materi genetic pada pewarisan sifat.
3.
Guru memberi tugas aktivitas 3.1
mengidentifikasi sifat-sifat anggota keluarga (buku siswa halaman 125-126).
|
10 menit
|
Pertemuan 2
|
||
2.1
|
Pendahuluan
1.
Guru mengucap salam, mengecek kehadiran dan
kebersihan kelas.
2.
Guru mengingatkan kembali pembelajaran
sebelumnya dengan bertanya perbedaan DNA dan RNA.
3.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang
akan dicapai.
4.
Guru mengecek tugas pertemuan sebelumnya dan
menanyakan progress tugas proyek yang diberikan.
|
15 menit
|
2.2
|
Kegiatan Inti
1.
Perwakilan siswa memaparkan tugas yang
diberikan (aktifitas 3.1 mengidentifikasi sifat anggota keluarga)
2.
Siswa melalui diskusi kelas menjawab
pertanyaan pada aktifitas 3.1
3.
Jawaban siswa dikuatkan oleh guru, dan
mendengarkan penjelasan guru tentang sifat-sifat pada pewarisan sifat serta
istilah-istilahnya.
4.
Siswa lelakukan aktifitas 3.2.
mengidentifikasi kromosom laki-laki dan perempuan.
5.
Perwakilan kelompok menyampaikan hasil
diskusi.
6.
Kelompok lain memberi tanggapan. Guru
melengkapi hasil diskusi dan memberikan informasi yang benar
|
95 menit
|
2.3
|
Penutup
1.
Siswa dengan bimbingan guru membuat kesimpulan
dan merangkum hasil pembelajaran.
2.
Guru menyampaikan materi pembelajaran yang
akan datang.
3.
Guru memberi tugas agar setiap anak membawa
bagian tumbuhan yang memiliki sifat beda.
|
10 menit
|
Pertemuan 3
|
||
3.1
|
Pendahuluan
1.
Guru mengucap salam, mengecek kehadiran dan
kebersihan kelas.
2.
Guru mengingatkan kembali pembelajaran
sebelumnya dengan bertanya perbedaan sifat resesif dan dominan.
3.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang
akan dicapai.
4.
Guru mengecek tugas pertemuan sebelumnya dan
menanyakan progress tugas proyek yang diberikan.
|
|
3.2
|
Kegiatan Inti
1.
Siswa melakukan literasi tentang hukum
pewarisan sifat.
2.
Siswa mengamati bagian tumbuhan yang dibawa
dan menentukan pasangan sifat beda.
3.
Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai
persilangan monohybrid.
4.
Siswa secara berpasangan mencoba menyelesaikan
persilangan monohybrid.
5.
Perwakilan siswa menyampaikan hasil
persilangan di depan kelas
6.
siswa lain menanggapi, guru menanggapi dan
memberikan informasi yang benar.
|
|
3.3
|
Penutup
1.
Siswa dengan bimbingan guru membuat kesimpulan
dan merangkum hasil pembelajaran.
2.
Guru menyampaikan materi pembelajaran yang
akan datang.
3.
Guru memberikan tugas rumah berupa persilangan
monohybrid pada spesies yang sama untuk setiap pasang siswa
|
|
Pertemuan 4
|
||
4.1
|
Pendahuluan
1.
Guru mengucap salam, mengecek kehadiran dan
kebersihan kelas.
2.
Guru mengingatkan kembali pembelajaran
sebelumnya dengan bertanya sifat F1 dan F2 pada persilangan monohibrid.
3.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang
akan dicapai.
4.
Guru mengecek tugas pertemuan sebelumnya dan
menanyakan progress tugas proyek yang diberikan.
|
|
4.2
|
Kegiatan Inti
1.
Sepasang siswa menyampaikan tugas rumah yang
diberikan
2.
Secara klasikal siswa berdiskusi tentang
kemungkinan sifat keturunan jika memperhatikan dua sifat beda
3.
Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang
persilangan dihibrid
4.
Secara berpasangan siswa mencoba mengerjakan
persilangan dihibrid
5.
Siswa menyampaikan hasil pekerjaanya
6.
Siswa lain dan guru menanggapi pekerjaan
siswa.
|
|
4.3
|
Penutup
1.
Siswa dengan bimbingan guru membuat kesimpulan
dan merangkum hasil pembelajaran.
2.
Guru menyampaikan materi pembelajaran yang
akan datang.
|
|
Pertemuan 5
|
||
Pendahuluan
1.
Guru mengucap salam, mengecek kehadiran dan
kebersihan kelas.
2.
Guru mengingatkan kembali pembelajaran
sebelumnya dengan mengulas perbedaan sifat anak dengan orang tuannya.
3.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang
akan dicapai.
|
||
Kegiatan Inti
1.
Secara klasikal siswa mendata warna kulit
teman sekelas.
2.
Siswa mendiskusikan kenapa warna kulit bisa
bermacam-macam
3.
Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang
enyebab perbedaan warna kulit
4.
Siswa mengerjakan “ayo kita selesaikan”
halaman 143 tentang pewarisan warna kulit secara mandiri.
5.
Perwakilan siswa menyampaikan pekerjaannya dan
ditanggapi guru dan siswa lain.
6.
Siswa menyampaikan kembali aktifitas 3.1
tentang cuping telinga dan bentuk rambut serta menjelaskan mekanisme
pewarisan sifat tersebut.
7.
Siswa mempelajari konsep pewarisa kelainan
buta warna dan hemophilia melalui literasi.
8.
Siswa mendengarkan penguatan guru tentang penurunan
kelainan.
|
Penguatan karakter : syukur
|
|
5.3
|
Penutup
1.
Siswa dengan bimbingan guru membuat kesimpulan
dan merangkum hasil pembelajaran.
2.
Guru menyampaikan materi pembelajaran yang
akan datang.
3.
Guru mengingatkan tentang tugas yang harus
dilakukan pada pertemuan selanjutnya.
|
|
Pertemuan 6
|
||
6.1
|
Pendahuluan
1.
Guru mengucap salam, mengecek kehadiran dan
kebersihan kelas.
2.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang
akan dicapai.
3.
Guru mengecek tugas
|
|
6.2
|
Kegiatan Inti
1.
Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang manfaat
pemulyaan tanaman dan hewan
2.
Siswa secara berkelompok mempresentasikan
tugas pemulyaan tanaman dan hewan.
3.
Kelompok lain menanggapi hasil diskusi yang
disampaikan.
|
Penguatan karakter: berani, jujur,
kerjasama
|
6.3
|
Penutup
1.
Siswa dengan bimbingan guru membuat kesimpulan
dan merangkum hasil pembelajaran.
2.
Guru memberikan pos tes
3.
Guru menyampaikan materi pembelajaran yang
akan datang.
|
|
I.
PENILAIAN
a.
Pembelajaran Reguler
1.
Penilaian Pengetahuan
No
|
IPK
|
Teknik
|
Pelaksanaan
|
1.
|
menjelaskan molekul yang mendasari pewarisan sifat pada
makhluk hidup.
|
Tes lisan
|
Pertemuan 1
|
2.
|
mengidentifikasi struktur molekul DNA.
|
Tes lisan
|
Pertemuan 1
|
3.
|
mendiskripsikan struktur materi genetic yang bertanggung
jawab dalam pewarisan sifat (DNA, RNA, dan kromosome).
|
Ter lisan
Penugasan 1
|
Pertemuan 1
|
4.
|
Menganalisis huhungan antara kromosom, DNA, RNA, dan
karakteristik makhluk hidup.
|
Penugasan
|
Pertemuan 2
|
5.
|
Menjelakan peranan materi genetic dalam penentuan sifat.
|
Penugasan
|
Pertemuan 2
|
6.
|
Menentukan hasil persilangan monohibrida dan dihibrida
melalui diagram sesuai hukum pewarisan sifat.
|
penugasan
|
Pertemuan 2
|
7.
|
Menerapkan hukum mendel pada pewarisan sifat makhluk hidup.
|
penugasan
|
Pertemuan 2
|
8.
|
mengidentifikasi pewarisan sifat yang ada pada manusia.
|
penugasan
|
Pertemuan 2
|
9.
|
mengidentifikasi karakteristik anggota keluarga untuk
menentukan hukum pewarisan sifat.
|
penugasan
|
Pertemuan 2
|
10.
|
Membandingkan kromosom tubuh manusia laki-laki, perempuan,
dan sel kelamin.
|
Penugasan
lisan
|
Pertemuan 2
|
11.
|
membuat bagan persilangan sesuai dengan data yang telah
disajikan.
|
Penugasan mandiri
|
Pertemuan 3 dan 4
|
12.
|
menganalisis mekanisme pewarisan kelainan sifat pada
manusia.
|
Penugasan kelompok
|
Pertemuan 5
|
13.
|
Menjelaskan mekanisme pewarisan sifat dalam pemuliaan
tanaman dan hewan.
|
Penugasan kelompok
|
Pertemuan 6
|
2.
Penilaian keterampilan
No
|
IPK
|
Teknik
|
Pelaksanaan
|
1.
|
membuat model materi genetic (DNA atau
RNA).
|
Tugas proyek
|
Pertemuan 1-6
|
2.
|
menyajikan poster hasil penelusuran
informasi dari berbagai sumber terkait tentang tanaman hasil pemuliaan.
|
Produk
|
Pertemuan 6
|
3.
|
menyajikan poster hasil penelusuran
informasi dari berbagai sumber berkait tentang hewan hasi pemuliaan.
|
Produk
|
Pertemuan 6
|
3.
Penilaian sikap Spiritual
·
Observasi/Jurnal Perkembangan Sikap
No.
|
Teknik
|
Bentuk
Instrumen
|
Contoh
Butir Instrumen
|
Waktu
Pelaksanaan
|
Keterangan
|
1
|
Observasi
|
Jurnal
|
Terlampir
|
Saat pembelajaran berlangsung
|
Penilaian untuk dan pencapaian
pembelajaran (assessment for and of
learning)
|
4. Kompetensi
Sikap Sosial
1.
Observasi/Jurnal Perkembangan Sikap
2.
Penilaian Antar Teman
No
|
Teknik
|
Bentuk Instrumen
|
Contoh
Butir Instrumen
|
Waktu
Pelaksanaan
|
Keterangan
|
1
|
Observasi
|
Jurnal
|
Terlampir
|
Saat pembelajaran berlangsung
|
Penilaian untuk dan pencapaian
pembelajaran (assessment for and of
learning)
|
2
|
Penilaian
Antar Teman
|
Skala Sikap
|
Terlampir
|
Setelah
pembelajaran usai
|
Penilaian sebagai pembelajaran (assessment as learning)
|
b. Pembelajaran Remedial
Berdasarkan
hasil analisis penilaian, siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar diberi
kegiatan pembelajaran remedial dalam bentuk; 1) bimbingan perorangan jika siswa
yang belum mencapai ketuntasan, maksimal 20%; 2) belajar kelompok jika lebih
dari 20% tetapi kurang dari 50%; dan 3) pembelajaran ulang diakhiri dengan
penilaian jika siswa yang belum tuntas
50% atau lebih.
c. Pembelajaran Pengayaan
Berdasarkan
hasil analisis penilaian, siswa yang sudah mencapai ketuntasan belajar diberi
kegiatan pengayaan dalam bentuk penugasan.
Mengetahui Wonosobo, Juli 2019
Kepala SMP Rifa’iyah 01 Sapuran Guru Mapel IPA
Istuningsih, S. Pd Desty
Erni, S. Si
LAMPIRAN 1
Materi Pembelajaran
1.
LAMPIRAN 2
Instrumen Penilaian Pengetahuan (Pertemuan 1)
A. Tes Lisan
1. Indicator : siswa dapat menyebutkan
molekul yang berperan dalam pewarisan sifat.
Instrument
: sebutkan materi yang berperan dalam pewarisan sifat!
Jawaban:
asam nukleat, DNA, RNA, gen, kromosom
2. Indicator: siswa dapat menyebutkan
komponen penyusun DNA
Instrument:
sebutkan struktur/penyusun DNA!
Jawaban:
nukleotida, gula deoksi ribose, gula fosfat, basa nitrogen, guanine, sitosin,
adenine, timin
3. Indicator : siswa mampu
mendiskripsikan struktur materi genetic yang bertanggung jawab dalam pewarisan
sifat (DNA, RNA, dan kromosome).
Instrument:
a. Bagaimana
bentuk DNA?
b. Apa
saja molekul penyusun DNA?
c. Apa
perbedaan DNA dan RNA?
B.
Tugas 1
Indikator: siswa mampu mendiskripsikan struktur materi
genetic yang bertanggung jawab dalam pewarisan sifat (DNA, RNA, dan kromosome).
Instrument : Ayo, Kita Cari Tahu (buku siswa halaman 124)
Bersama kelompokmu, coba kamu bandingkan struktur DNA pada
gambar 3.5 dengan struktur RNA pada gambar 3.6
bentuk word bisa dilihat pada tautan berikut
rpp 9.03
bentuk word bisa dilihat pada tautan berikut
rpp 9.03
Langganan:
Postingan (Atom)

