Jumat, 02 Oktober 2015

Anggrek Bulan, Phalaenopsis amabilis

Puspa pesona dari famili orchidaceae ini termasuk dalam anggrek epifit yang menyukai sedikit sinar matahari dan termasuk anggrek dataran rendah serta menyukai tempat lembap. penyebaran anggrek bulan cukup luas dari Indonesia, Malaysia, Philipina, dan Australia. tumbuhan anggrek bulan bersifat monopodial (tidak bercabang) dan membentuk roset akar. Daun hijau berbentuk lonjong dengan panjang sekitar sejengkal. Akar berwarna putih dan berdaging. Bentuk bunga cenderung bulat dengan diameter sekitar 10 cm berwarna putih dengan lidah kuning, mengeluarkan sedikit aroma wangi, bunga anggrek ini mampu bertahan hingga sekitar satu bulan.

Di alam anggrek bulan semakin sulit dijumpai karena rusaknya habitat maupun perburuan anggrek. Saya merasa masih beruntung bisa melihat anggrek bulan dihabitatnya beberapa tahun lalu sekitar 2 km dari tempat saya mengajar. Sekarang pohon nangka yang dihuni anggrek bulan sudah ditebang.
Menurut cerita warga dulu anggrek bulan sangat banyak di daerah itu, dengan semakin banyak pohon yang ditebang musnahlah juga anggrek ini. selain itu sering ada pemburu anggrek yang datang, para pemburu anggrek memberi anggrek dari warga yang memiliki pohon tempat anggrek ini hidup, satu anggrek berbunga dihargai sekitar 20.000 rupiah. di alamnya anggrek bulan sangat cepat berkembang, saat musim kemarau banyak anggrek yang mati, hanya beberapa anggrek yang mampu bertahan. Tetapi saat hujan disekitar anggrek yang tersisa akan bermunculan anak-anak anggrek Anggrek lama maupun anggrek baru akan segera berbunga, yang dulu saya saksikan anak anggrek dengan 2-3 daun sudah berbunga. Setelah berbunga, beberapa bunga akan menghasilkan buah anggrek, satu buah anggrek memiliki jutaan biji. sayangnya biji anggrek tidak memiliki cadangan makanan. Buah yang tua akan pecah dan tertiup angin, beberapa biji jatuh di kulit pohon berlumut atau di akar anggrek dewasa, biji inilah yang akan tumbuh menjadi anggrek baru dimusim penghujan yang akan datang. Biji anggrek yang jatuh ditempat yang tidak sesuai akan segera mati begitu berkecambah karena tidak mampu memenuhi nutrisi untuk pertumbuhanya dan juga karena serangan jamur. Biji anggrek yang jatuh di lumut ada yang mampu tumbuh karena beberapa lumut mempunyai zat anti jamur dan lebih banyak lagi anak anggrek yang muncul disekitar akar anggrek dewasa yang mampu melewati kemarau dikarenakan anggrek membuthkan sinbiosis dengan bakteri rizobium, dengan berkecambah didekat akar anggrek secara otomatis bakteri rizobium akan langsung berzimbiosis dengan anak anggrek senhingga anak anggrek tidak mati kelaparan.
Konon P. amabilis (L) Bl pertama kali ditemukan di Ambon pada tahun 1750. dalam buku Herbarium Amboinense 6:99, Rumphius memberi nama anggrek ini Angraecum alba-majus. Di waktu yang hampir bersamaan (1752) Peter Osbeck membawa anggrek yang sama dari jawa barat dan diidentifikasi oleh Linnaeus sebagai Epidendrum amabile yang diterbitkan dalam Species Plantanum (1753). Pada tahun 1825 Blume memasukkan tumbuhan ini dalam genus Phalaenopsis dan diberi nama Phalaenopsis amabilis dan dipublikasikan dalam Bijdegen (p.294) dan nama ini disepakati sebagai nama taksonomi dari anggrek bulan hingga saat ini.

Dahlia

Dahlia, bunga indah berumbi dengan banyak spesies dan kultivar ini konon berasal dari pegunungan meksico dan merupakan bunga nasional negara meksiko. Bunga ini masuk ke Indonesia dibawa oleh penjajah Belanda. Dahlia bisa termasuk bunga parennial (tahunan) kadang saat kondisi lingkungan tidak mendukung dahlia akan melakukan dormansi dan muncul kembali saat kondisi lingkungan telah sesuai. habitus dahlia bermacam-macam dari tanaman semak kerdil hingga berkayu yang bisa mencapai ketinggian lebih dari dua meter. Ukuran bunga juga bermacam-macam dari diameter 5 cm hingga 30 cm.

Klasifikasi dahlia adalah
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Dicotyledonae
Classis : Compositae
Genus : Dahlia
Spesies : Dahlia spp.





Untuk tumbuh dahlia memerlukan sinar matahari penuh/tanpa naungan di daerah dataran tinggi dengan ketinggian 700-1.000 dpl pada pH netral (6-8) dan tanah gembur berhumus. Dahlia biasa dikembangkan dengan umbi yang berasal dari tanaman berusia diatas 6 bulan. selain itu juga bisa dengan cara stek dan menggunakan biji.

Menurut penelitian umbi dahlia mengandung 3,8% inulin yang merupakan polimer dari fuktosa dan termasuk berserat tinggi. Inulin mudah larut dalam air dan tidak dapat dicerna oleh enzim manusia sehingga nilai kalorinya rendah sehingga pati dahlia bisa digunakan sebagai bahan pangan alternatif rendah lemak yang aman dikonsumsi penderita diabetes maupun obesitas. Mungkin bisa untuk bahan pembuat roti maupun mie instan.

Inulin walaupun tidak bisa dicerna enzim manusia tetap mempunyai manfaat yang besar bagi tubuh diantaranya sebafai probiotik yaitu untuk makanan bakteri baik dalam usus manusia. Saat melalui saluran pencernaan hingga ke usus inulin tidak akan berubah. Di dalam usus besar inulin baru mengalami fermentasi menjadi asam-asam lemak yang mampu meningkatkan ketahanan tubuh.
Asam laktat yang dihasilkan juga akan mencegah konstipasi dan meningkatkan absopsi kalsium yang bisa menguatkan tulang dan gigi serta mencegah osteoporosis sehingga inulin banyak ditambahkan pada susu baik susu formula untuk balita maupun susu untuk lansia.

Struktur Inulin
Inulin adalah polimer dari fruktosa, pada umumnya mengandung sekitar 35 unut fruktosa yang dihubungkan dengan rantai lurus ikatan  β-2,1 glikosida (karbon 2 dari salah satu fruktosa dihubungkan ke karbon 1 fruktosa sebelumnya). Tiap inulin mempunyai glukosa pada awal rantai

Kamis, 18 Desember 2014

RPP IPA kelas VII: Klasifikasi Makhluk Hidup Pertemuan 1 (berdasar kurikulum 2013)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Sekolah              : SMP Rifa’iyah 01 Sapuran
Matapelajaran     : IPA
Kelas/Semester   : VII/1
Materi Pokok     : Klasifikasi Makhluk Hidup
Alokasi Waktu   : 3 Jam Pelajaran ( 3 x 40 menit )

A.    Kompetensi inti
KI.1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
KI. 2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
KI. 3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
KI. 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
B.     Kompetensi Dasar dan Indikator
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
1.1. Mengagumi keteraturan dan  kompleksitas ciptaan Tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi, kehidupan dalam ekosistem, dan peranan manusia dalam lingkungan serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya.
1.1.1.      Menjaga keanekaragaman makhluk hidup sebagai ciptaan Tuhan merupakan wujud pengamalan agama yang dianutnya
2.1. Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; Teliti;cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan berdiskusi.
2.1.1. Melakukan kegiatan pengamatan secara  teliti dan tanggung jawab.
2.1.2. Menunjukkan perilaku  kerja sama, santun, toleran, responsif dan proaktif serta bijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuat keputusan.



3.3. Memahami prosedur pengklasifikasian makhluk hidup dan benda-benda tak hidup sebagai bagian kerja ilmiah, serta mengklasifikasikan berbagai makhlkuk hidup dan benda-benda tak hidup berdasarkan ciri yang diamati
3.3.1. Menjelaskan mengapa makhluk hidup perlu diklasifikasikan
3.3.2.  Menjelaskan dasar klasifikasi makhluk hidup
4.2. Menyajikan hasil analisis data observasi terhadap benda / makhluk hidup dan tak hidup
4.2.1. Menyajikan hasil pengamatan dan mengkomunikasikan hasil   observasinya
4.3. Mengumpulkan data dan melakukan klasifikasi terhadap benda-benda, tumbuhan, dan hewan yang ada di lingkungan sekitar
.3.1. Mengklasifikasi berbagai jenis tumbuhan ke dalam kelompok tumbuhan yang dikenal
4.3.2. Mengklasifikasi berbagai jenis hewan berdasar bagian tubuh, alat gerak dan jumlahnya.
2. Indikator
3.3.1. Menjelaskan mengapa makhluk hidup perlu diklasifikasikan
3.3.2.  Menjelaskan dasar klasifikasi makhluk hidup
4.2.1. Menyajikan hasil pengamatan dan mengkomunikasikan hasil   observasinya
4.3.1. Mengklasifikasi berbagai jenis tumbuhan ke dalam kelompok tumbuhan yang dikenal
4.3.2. Mengklasifikasi berbagai jenis hewan berdasar bagian tubuh, alat gerak dan jumlahnya.

C.    Tujuan Pembelajaran
1.      Melalui kegiatan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan mengapa makhluk hidup perlu diklasfikasikan
2.      Melalui kegiatan pengamatan terhadap berbagai macam tumbuhan, peserta didik dapat menjelaskan dasar klasifikasi tumbuhan
3.      Melalui kegiatan pengamatan berbagai macam hewan, peserta didik dapat menjelaskan dasar klasifikasi hewan
4.      Melalui kegiatan pengamatan dan diskusi peserta didik dapat menentukan dasar klasifikasi makhluk hidup
5.      peserta didik dapat menyajikan hasil pengamatan dan mengkomunikasikan hasil observasi dan diskusi.

D.    Materi Pembelajaran
1)  Tujuan dan manfaat klasifikasi
Klasifikasi bertujuan menyederhanakan objek studi makhluk hidup yang sangat beraneka ragam, sehingga akan lebih mudah dalam mempelajarinya. Adapun manfaatnya adalah:
a.    Untuk penelitian lebih lanjut sehingga makhluk hidup yang telah dikenal melalui klasifikasi dapat dimanfaatkan
b.    Untuk dipelajari agar dapat melestarikan keanekaragaman hayati dimasa mendatang.
c.    Untuk mengetahui hubungan antara organisme satu dengan lainnya.
2) Prosedur pengklasifikasian makhluk hidup
Pengelompokan makhluk hidup dilakukan berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri-ciri yang dimiliki berbagai makhluk hidup tersebut. Jika ada beberapa jenis hewan dan tumbuhan yang akan dikelompokkan, maka hewan yang memiliki persamaan ciri, dijadikan satu kelompok. Misalnya domba dan sapi satu kelompok mamalia karena memiliki persamaan ciri, yakni memiliki rambut pada kulitnya, dan hewan betinanya memiliki kelenjar susu. Suatu kelompok akan terbentuk dari berbagai jenis hewan yang memiliki persamaan ciri tubuh. Hewan yang memiliki ciri berbeda membentuk kelompok lain. Langkah selanjutnya adalah pemberian nama untuk setiap kelompok makhluk hidup.
3) Tata nama makhluk hidup
Menurut para sainstis khususnya biologis, nama memiliki arti yang penting. Nama sangat berfungsi dalam hal penyampaian informasi, selain itu juga untuk memudahkan penelusuran dalam hal lokasi ditemukannya makhluk hidup itu. Contoh: Bos javanicus menunjukkan lokasi ditemukannya spesies tersebut. Nama (nama ilmiah) juga dapat menunjukkan siapa penemu spesies tersebut dan juga karakteristik dari spesies yang ditemukan. Contoh Solanum nigrum menunjukkan karakteristik dari spesies tumbuhan tersebut yang memiliki buah berwarna hitam.
Semua naskah ilmu pengetahuan hingga abad ke-18 masih menggunakan bahasa Latin sebagai bahasa para ilmuwan, Pemberian namanyapun masih panjang-panjang (polinomial) contoh “Sambucus caule arboreo ramose floribus umbellatis” yang artinya tumbuhan Sambucus dengan batang berkayu yang bercabang-cabang dengan bunga berbentuk payung. Namun sejak Carolus Linnaeus (1707-1778) memperkenalkan sistem penulisan baru, polinomial diubah menjadi binomial dan hingga kini masih dipergunakan. Prinsip utama binomial Carolus Linnaeus bagi tumbuhan maupun hewan dan mikroorganisme lainnya adalah:
a. Menggunakan bahasa Latin.
b. Menggunakan kategori.
c. Menggunakan dua kata.
Contoh Panthera pardus, Zea mays, Amoeba proteus, Entamoeba coli dan lain-lain. Selain nama ilmiah yang diberikan para ahli, juga dikenal nama daerah (nama biasa) yang berbeda sesuai dengan nama dan bersifat setempat atau lokal (local name). Namun nama lokal belum dapat dijadikan patokan. Oleh karena itu disusunlah nama ilmiah yang diatur oleh ICBN (International Code of Botanical Nomenclature) untuk tumbuhan, dan ICZN (International Code of Zoological Nomenclature) untuk hewan. Dalam pengelompokan dan pemberian nama makhluk hidup didasarkan pada ciri-ciri yang dimiliki, dan diterapkan sistem-sistem tertentu sehingga muncul istilah sistematika. Sampai saat ini dikenal 3 (tiga) sistem klasifikasi yaitu:
a.    Sistem alami; takson yang terbentuk merupakan anggota - anggota yang sewajarnya diklasifikasikan dalam satu kelompok seperti dikehendaki oleh alam, terutama berdasarkan ciri-ciri morfologinya.
b.     Sistem artifisial; pengelompokan berdasarkan tujuan praktis, misalnya tumbuhan obat-obatan.
c.    Sistem filogenetis; pengelompokan berdasarkan jauh dekatnya kekerabatan dan urutan perkembangan makhluk hidup menurut sejarah filogenetiknya. Muncul setelah berkembangnya teori evolusi.

E.     Metode Pembelajaran
Pendekatan           : Saintifik
Model                    : Discovey Learning
Metode                  : Observasi, Diskusi

F.     Media, Alat dan Sumber Belajar
1.      Media            : gambar hewan dan aneka tumbuhan
2.      Alat               :
3.      Sumber Belajar :
-      Wahono, dkk. 2013. Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VII Buku Siswa. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan: hal 46 - 82.
-      Wahono, dkk. 2013. Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTS Kelas VII Buku Guru. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan: hal 62 - 94.

G.    Langkah – Langkah Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan
Langkah-Langkah Model Discovery Learning
Deskripsi
Alokasi Waktu
Pendahu luan





Stimulation (Simullasi/Pemberian Rangsangan)



Problem Statemen (Pertanyaan/Identifikasi Masalah)


1)      Guru memberi salam.
2)      Peserta didik berdoa.
3)      Peserta didik melakukan. pengamatan terhadap gambar yang disajikan guru  mengenai macam-macam sayuran maupun buah-buahan yang ada di pasar.
4)      Peserta didik diberi kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin masalah yang muncul dari gambar mengenai macam-macam sayuran maupun buah-buahan yang ada di pasar.
5)      Peserta didik memahami tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru.
15’
 Inti


Data Collection
(Pengumpulan Data)








Data Processing (Pengolahan Data)







Verification (Pembuktian)





Generalization (Menarik Kesimpulan/Generalisasi)
1)      Peserta didik membentuk kelompok, dengan  jumlah anggota 3 – 5 anak.
2)      Peserta didik dalam kelompok mengamati berbagai macam tumbuhan sesuai dengan kegiatan “Bagaimana cara mengelompokkan tumbuh-tumbuhan” (lembar kerja 1).
3)      Peserta didik dalam kelompok mengamati berbagai macam hewan sesuai dengan kegiatan pada Lembar kerja 2
4)      Peserta didik mencatat data yang diminta pada lembar kerja (nama tumbuhan, manfaat dan kelompok).
5)      Peserta didik mencatat data yang diminta pada lembar kerja (nama hewan, bagian tubuh, jumlah sayap dan jumlah kaki).
6)      Peserta didik melakukan diskusi kelompok untuk menjawab soal-soal.
7)      Peserta didik melakukan diskusi kelompok untuk menyimpulkan mengapa makhluk hidup perlu diklasifikasikan dan apa dasar yang digunakan untuk pengelompokan tersebut.
8)      Peserta didik menyusun laporan dan mempresentasikan hasil pengamatan dan hasil diskusi.
9)      Guru menjelaskan sistem klasifikasi dan tata nama makhluk hidup
90’
Penutup

1)      Peserta didik bersama guru menyimpulkan hasil pembelajaran pada pertemuan ini.
2)      Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang berkinerja baik.
3)      Guru memberikan kuis tentang materi klasifikasi makhluk hidup.
4)      Guru menyampaikan informasi materi pada pertemuan berikutnya, yaitu : Kunci Dikotom.
15’
H.    Penilaian
1.      Penilaian sikap
Metode          :
Bentuk Instrumen
Sikap            
Lembar Pengamatan Sikap dan rubrik
Tes Tertulis   
Tes Pilihan Ganda, Uraian dan Penugasan
Lembar Penilaian Sikap dalam Diskusi
No
Nama Siswa
Kerja sama
Kedisiplinan
Toleran
Jumlah Skor
1
..........




2
...........




3
.........




 Pedoman penskoran
Skor 1, jika tidak pernah berperilaku dalam kegiatan
Skor 2, jika kadang-kadang berperilaku dalam kegiatan
Skor 3, jika sering berperilaku dalam kegiatan
Skor 4, jika selalu berperilaku dalam kegiatan
Nilai = ( Jumlah skor/ 12 ) x 100 

2.      Penilaian Keterampilan
a.    Tehnik Penilaian         : Tes Praktik
b.    Bentuk Insrumen : Check List
c.    Kisi-kisi :
No
Indikator
Hasil Penilaian
3
2
1
1
Menyiapkan alat dan bahan



2
Deskripsi pengamatan



3
Mempresentasikan hasil pengamatan



Jumlah skor yang diperoleh




Rubrik Penilaian :
No
Indikator

Rubrik
1
Menyiapkan alat dan bahan
3
2.
1.
Menyiapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan
Menyiapkan sebagian alat dan bahan yang diperlukan
Tidak menyiapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan
2
Deskripsi pengamatan
3.

2.

1.
Memperoleh deskripsi hasil pengamatan secara lengkap     sesuai dengan prosedur yang ditetapkan
Memperoleh deskripsi hasil pengamatan kurang lengkap sesuai dengan prosedur yang ditetapkan
Tidak memperoleh deskripsi hasil pengamatan secara lengkap sesuai dengan prosedur yang ditetapkan
3
Mempresentasikan hasil pengamatan
3.

2.

1.
Mampu mempresentasikan hasil pengamatan dengan benar, bahasa mudah dimengerti dan disampaikan penuh percaya diri
Mampu mempresentasikan hasil pengamatan dengan benar, bahasa mudah dimengerti dan disampaikan kurang percaya diri
Mampu mempresentasikan hasil pengamatan dengan benar, bahasa mudah dimengerti dan disampaikan tidak percaya diri

3.      Penilaian Pengetahuan
1.    Tujuan pengklasifikasian makhluk hidup adalah ...
2.    Dasar klasifikasi makhluk hidup menurut Linnaeus adalah ...
3.    Urutan takson makhluk hidup dari yang terendah ke yang tinggi yaitu ...
Kunci Jawaban
No
Kunci Jawaban
Skor
1
– menyederhanakan objek yang beraneka ragam
– mempermudah dalam mempelajarinya
– mengetahui manfaatnya
– mengetahui hubungan kekerabatan
– mengetahui saling ketergantungan antar makhluk hidup
5
2
Perbedaan dan persamaan ciri
2,5
3
Spesies – Ordo – Genus – Familia – Kelas – Filum
2,5

Kriteria Penilaian
Nilai       =          Jumlah Skor Yang Diperoleh     X 100
                           Skor maksimum
Wonosobo,30 September 2014

Kepala SMP Rifa’iyah 01 Sapuran                                                     Guru Mata Pelajaran




            Istunigsih, S. Pd.                                                                     Desty Erni, S. Si.



Lembar Kerja Siswa 1

Nama Kelompok :
1.      ………………………………            4. ……………………………..
2.      ………………………………            5…………………………………..
3.      ………………………………


Tujuan             : Mengelompokkan Tumbuhan
Alat/Bahan      : berbagai macam tumbuhan

Langkah Kegiatan :
1.      Amati tumbuhan yang telah dibawa kelompok masing-masing.
2.      Tuliskan nama, manfaat dan kelompok tumbuhan tersebut dalam tabel
No.
Nama Tumbuhan
Manfaat
Kelompok
1



2



3



4



5



6



7



8



9



10



11



12



13



14



15



16



17



18



19



20



21



22



23



24



25










3.      Diskusikan soal-soal di bawah ini !
1.      Adakah tumbuhan yang memiliki manfaat yang sama ? ………………………
2.      Apa yang digunakan sebagai dasar dalam mengelompokkan tumbuhan tersebut ? ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Kesimpulan :
Tumbuhan dapat dikelompokkan berdasar …………….
Yaitu menjadi kelompok
1.      Tumbuhan ………………………. Contohnya  ………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………………………….
2.      Tumbuhan ………………………. Contohnya  ………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………………………….
3.      Tumbuhan ………………………. Contohnya  ………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………………………….
4.      Tumbuhan ………………………. Contohnya  ………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………………………….
5.      Tumbuhan ………………………. Contohnya  ………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………………………….
6.      Tumbuhan ………………………. Contohnya  ………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Lembar Kerja 2

Tujuan              : Mengetahui Cara Mengelompokkan hewan
Alat / Bahan    : Gambar berbagai jenis hewan

Langkah Kegiatan :
Amati gambar hewan, diskusikan dengan kelompokmu dan catat hasilnya pada tabel

Tabel pengamatan :

No.
Nama Hewan
Bagian Tubuh
Jumlah Sayap
Jumlah kaki
1
Beruang
Kepala, badan, kaki
-
4
2
Bangau



3
Lumba-lumba



4
Katak



5
Bekicot



6
capung



7
Kupu-kupu



8
Udang



9
Semut



10
Cacing



11
Lalat



12
Kaki seribu



13
Ikan nila



14
ular




Diskusikan soal-soal di bawah ini !
1.      Tuliskan ciri-ciri yang dimiliki setiap hewan !
2.      Hewan apa saja yang memiliki ciri-ciri yang sama ?
3.      Kelompokkan hewan-hewan yang memiliki ciri-ciri yang sama !

Kesimpulan :
Pengelompokan hewan bisa berdasarkan ………