Puspa pesona dari famili orchidaceae ini termasuk dalam anggrek epifit yang menyukai sedikit sinar matahari dan termasuk anggrek dataran rendah serta menyukai tempat lembap. penyebaran anggrek bulan cukup luas dari Indonesia, Malaysia, Philipina, dan Australia. tumbuhan anggrek bulan bersifat monopodial (tidak bercabang) dan membentuk roset akar. Daun hijau berbentuk lonjong dengan panjang sekitar sejengkal. Akar berwarna putih dan berdaging. Bentuk bunga cenderung bulat dengan diameter sekitar 10 cm berwarna putih dengan lidah kuning, mengeluarkan sedikit aroma wangi, bunga anggrek ini mampu bertahan hingga sekitar satu bulan.
Di alam anggrek bulan semakin sulit dijumpai karena rusaknya habitat maupun perburuan anggrek. Saya merasa masih beruntung bisa melihat anggrek bulan dihabitatnya beberapa tahun lalu sekitar 2 km dari tempat saya mengajar. Sekarang pohon nangka yang dihuni anggrek bulan sudah ditebang.
Menurut cerita warga dulu anggrek bulan sangat banyak di daerah itu, dengan semakin banyak pohon yang ditebang musnahlah juga anggrek ini. selain itu sering ada pemburu anggrek yang datang, para pemburu anggrek memberi anggrek dari warga yang memiliki pohon tempat anggrek ini hidup, satu anggrek berbunga dihargai sekitar 20.000 rupiah. di alamnya anggrek bulan sangat cepat berkembang, saat musim kemarau banyak anggrek yang mati, hanya beberapa anggrek yang mampu bertahan. Tetapi saat hujan disekitar anggrek yang tersisa akan bermunculan anak-anak anggrek Anggrek lama maupun anggrek baru akan segera berbunga, yang dulu saya saksikan anak anggrek dengan 2-3 daun sudah berbunga. Setelah berbunga, beberapa bunga akan menghasilkan buah anggrek, satu buah anggrek memiliki jutaan biji. sayangnya biji anggrek tidak memiliki cadangan makanan. Buah yang tua akan pecah dan tertiup angin, beberapa biji jatuh di kulit pohon berlumut atau di akar anggrek dewasa, biji inilah yang akan tumbuh menjadi anggrek baru dimusim penghujan yang akan datang. Biji anggrek yang jatuh ditempat yang tidak sesuai akan segera mati begitu berkecambah karena tidak mampu memenuhi nutrisi untuk pertumbuhanya dan juga karena serangan jamur. Biji anggrek yang jatuh di lumut ada yang mampu tumbuh karena beberapa lumut mempunyai zat anti jamur dan lebih banyak lagi anak anggrek yang muncul disekitar akar anggrek dewasa yang mampu melewati kemarau dikarenakan anggrek membuthkan sinbiosis dengan bakteri rizobium, dengan berkecambah didekat akar anggrek secara otomatis bakteri rizobium akan langsung berzimbiosis dengan anak anggrek senhingga anak anggrek tidak mati kelaparan.
Konon P. amabilis (L) Bl pertama kali ditemukan di Ambon pada tahun 1750. dalam buku Herbarium Amboinense 6:99, Rumphius memberi nama anggrek ini Angraecum alba-majus. Di waktu yang hampir bersamaan (1752) Peter Osbeck membawa anggrek yang sama dari jawa barat dan diidentifikasi oleh Linnaeus sebagai Epidendrum amabile yang diterbitkan dalam Species Plantanum (1753). Pada tahun 1825 Blume memasukkan tumbuhan ini dalam genus Phalaenopsis dan diberi nama Phalaenopsis amabilis dan dipublikasikan dalam Bijdegen (p.294) dan nama ini disepakati sebagai nama taksonomi dari anggrek bulan hingga saat ini.
Jumat, 02 Oktober 2015
Dahlia
Dahlia, bunga indah berumbi dengan banyak spesies dan kultivar ini konon berasal dari pegunungan meksico dan merupakan bunga nasional negara meksiko. Bunga ini masuk ke Indonesia dibawa oleh penjajah Belanda. Dahlia bisa termasuk bunga parennial (tahunan) kadang saat kondisi lingkungan tidak mendukung dahlia akan melakukan dormansi dan muncul kembali saat kondisi lingkungan telah sesuai. habitus dahlia bermacam-macam dari tanaman semak kerdil hingga berkayu yang bisa mencapai ketinggian lebih dari dua meter. Ukuran bunga juga bermacam-macam dari diameter 5 cm hingga 30 cm.
Klasifikasi dahlia adalah
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Dicotyledonae
Classis : Compositae
Genus : Dahlia
Spesies : Dahlia spp.
Untuk tumbuh dahlia memerlukan sinar matahari penuh/tanpa naungan di daerah dataran tinggi dengan ketinggian 700-1.000 dpl pada pH netral (6-8) dan tanah gembur berhumus. Dahlia biasa dikembangkan dengan umbi yang berasal dari tanaman berusia diatas 6 bulan. selain itu juga bisa dengan cara stek dan menggunakan biji.
Menurut penelitian umbi dahlia mengandung 3,8% inulin yang merupakan polimer dari fuktosa dan termasuk berserat tinggi. Inulin mudah larut dalam air dan tidak dapat dicerna oleh enzim manusia sehingga nilai kalorinya rendah sehingga pati dahlia bisa digunakan sebagai bahan pangan alternatif rendah lemak yang aman dikonsumsi penderita diabetes maupun obesitas. Mungkin bisa untuk bahan pembuat roti maupun mie instan.
Inulin walaupun tidak bisa dicerna enzim manusia tetap mempunyai manfaat yang besar bagi tubuh diantaranya sebafai probiotik yaitu untuk makanan bakteri baik dalam usus manusia. Saat melalui saluran pencernaan hingga ke usus inulin tidak akan berubah. Di dalam usus besar inulin baru mengalami fermentasi menjadi asam-asam lemak yang mampu meningkatkan ketahanan tubuh.
Asam laktat yang dihasilkan juga akan mencegah konstipasi dan meningkatkan absopsi kalsium yang bisa menguatkan tulang dan gigi serta mencegah osteoporosis sehingga inulin banyak ditambahkan pada susu baik susu formula untuk balita maupun susu untuk lansia.
Struktur Inulin
Inulin adalah polimer dari fruktosa, pada umumnya mengandung sekitar 35 unut fruktosa yang dihubungkan dengan rantai lurus ikatan β-2,1 glikosida (karbon 2 dari salah satu fruktosa dihubungkan ke karbon 1 fruktosa sebelumnya). Tiap inulin mempunyai glukosa pada awal rantai
Klasifikasi dahlia adalah
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Dicotyledonae
Classis : Compositae
Genus : Dahlia
Spesies : Dahlia spp.
Untuk tumbuh dahlia memerlukan sinar matahari penuh/tanpa naungan di daerah dataran tinggi dengan ketinggian 700-1.000 dpl pada pH netral (6-8) dan tanah gembur berhumus. Dahlia biasa dikembangkan dengan umbi yang berasal dari tanaman berusia diatas 6 bulan. selain itu juga bisa dengan cara stek dan menggunakan biji.
Menurut penelitian umbi dahlia mengandung 3,8% inulin yang merupakan polimer dari fuktosa dan termasuk berserat tinggi. Inulin mudah larut dalam air dan tidak dapat dicerna oleh enzim manusia sehingga nilai kalorinya rendah sehingga pati dahlia bisa digunakan sebagai bahan pangan alternatif rendah lemak yang aman dikonsumsi penderita diabetes maupun obesitas. Mungkin bisa untuk bahan pembuat roti maupun mie instan.
Inulin walaupun tidak bisa dicerna enzim manusia tetap mempunyai manfaat yang besar bagi tubuh diantaranya sebafai probiotik yaitu untuk makanan bakteri baik dalam usus manusia. Saat melalui saluran pencernaan hingga ke usus inulin tidak akan berubah. Di dalam usus besar inulin baru mengalami fermentasi menjadi asam-asam lemak yang mampu meningkatkan ketahanan tubuh.
Asam laktat yang dihasilkan juga akan mencegah konstipasi dan meningkatkan absopsi kalsium yang bisa menguatkan tulang dan gigi serta mencegah osteoporosis sehingga inulin banyak ditambahkan pada susu baik susu formula untuk balita maupun susu untuk lansia.
Struktur Inulin
Inulin adalah polimer dari fruktosa, pada umumnya mengandung sekitar 35 unut fruktosa yang dihubungkan dengan rantai lurus ikatan β-2,1 glikosida (karbon 2 dari salah satu fruktosa dihubungkan ke karbon 1 fruktosa sebelumnya). Tiap inulin mempunyai glukosa pada awal rantai
Kamis, 18 Desember 2014
RPP IPA kelas VII: Klasifikasi Makhluk Hidup Pertemuan 1 (berdasar kurikulum 2013)
Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran
Sekolah : SMP Rifa’iyah 01 Sapuran
Matapelajaran : IPA
Kelas/Semester : VII/1
Materi
Pokok : Klasifikasi Makhluk Hidup
Alokasi
Waktu : 3 Jam Pelajaran ( 3 x 40 menit )
A.
Kompetensi
inti
KI.1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
KI. 2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli (toleransi,
gotong royong), santun, percaya
diri, dalam
berinteraksi
secara
efektif
dengan
lingkungan
sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
KI. 3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan
prosedural) berdasarkan rasa
ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya
terkait
fenomena
dan
kejadian
tampak
mata.
KI. 4. Mencoba, mengolah, dan
menyaji
dalam
ranah
konkret (menggunakan,
mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan
mengarang) sesuai
dengan yang dipelajari di
sekolah dan sumber lain yang sama
dalam
sudut
pandang/teori.
B.
Kompetensi
Dasar dan Indikator
|
Kompetensi Dasar
|
Indikator Pencapaian Kompetensi
|
|
1.1. Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang aspek
fisik dan kimiawi, kehidupan dalam ekosistem, dan peranan manusia dalam
lingkungan serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya.
|
1.1.1.
Menjaga keanekaragaman makhluk hidup sebagai ciptaan Tuhan
merupakan wujud pengamalan agama yang dianutnya
|
|
2.1. Menunjukkan perilaku
ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; Teliti;cermat; tekun;
hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli
lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap
dalam melakukan percobaan dan berdiskusi.
|
2.1.1. Melakukan kegiatan pengamatan secara teliti
dan tanggung jawab.
2.1.2. Menunjukkan perilaku kerja sama,
santun, toleran, responsif dan proaktif serta bijaksana sebagai wujud
kemampuan memecahkan masalah dan membuat keputusan.
|
|
3.3. Memahami prosedur
pengklasifikasian makhluk hidup dan benda-benda tak hidup sebagai bagian
kerja ilmiah, serta mengklasifikasikan berbagai makhlkuk hidup dan
benda-benda tak hidup berdasarkan ciri yang diamati
|
3.3.1. Menjelaskan mengapa
makhluk hidup perlu diklasifikasikan
3.3.2. Menjelaskan dasar klasifikasi makhluk hidup
|
|
4.2. Menyajikan
hasil analisis data observasi terhadap benda / makhluk hidup dan tak hidup
|
4.2.1.
Menyajikan hasil pengamatan dan mengkomunikasikan hasil observasinya
|
|
4.3. Mengumpulkan data dan
melakukan klasifikasi terhadap benda-benda, tumbuhan, dan hewan yang ada di
lingkungan sekitar
|
.3.1. Mengklasifikasi berbagai jenis tumbuhan ke
dalam kelompok tumbuhan yang dikenal
4.3.2. Mengklasifikasi berbagai jenis hewan berdasar
bagian tubuh, alat gerak dan jumlahnya.
|
2. Indikator
3.3.1. Menjelaskan mengapa
makhluk hidup perlu diklasifikasikan
3.3.2. Menjelaskan dasar
klasifikasi makhluk hidup
4.2.1. Menyajikan hasil
pengamatan dan mengkomunikasikan hasil
observasinya
4.3.1. Mengklasifikasi
berbagai jenis tumbuhan ke dalam kelompok tumbuhan yang dikenal
4.3.2. Mengklasifikasi
berbagai jenis hewan berdasar bagian tubuh, alat gerak dan jumlahnya.
C. Tujuan Pembelajaran
1.
Melalui
kegiatan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan mengapa makhluk
hidup perlu diklasfikasikan
2.
Melalui
kegiatan pengamatan terhadap berbagai macam tumbuhan, peserta didik dapat
menjelaskan dasar klasifikasi tumbuhan
3.
Melalui
kegiatan pengamatan berbagai macam hewan, peserta didik dapat menjelaskan dasar
klasifikasi hewan
4.
Melalui
kegiatan pengamatan dan diskusi peserta didik dapat menentukan dasar
klasifikasi makhluk hidup
5.
peserta
didik dapat menyajikan hasil pengamatan dan mengkomunikasikan hasil observasi
dan diskusi.
D. Materi Pembelajaran
1)
Tujuan dan manfaat klasifikasi
Klasifikasi
bertujuan menyederhanakan objek studi makhluk hidup yang sangat beraneka ragam,
sehingga akan lebih mudah dalam mempelajarinya. Adapun manfaatnya adalah:
a. Untuk penelitian
lebih lanjut sehingga makhluk hidup yang telah dikenal melalui klasifikasi
dapat dimanfaatkan
b. Untuk dipelajari
agar dapat melestarikan keanekaragaman hayati dimasa mendatang.
c. Untuk mengetahui
hubungan antara organisme satu dengan lainnya.
2)
Prosedur pengklasifikasian makhluk hidup
Pengelompokan
makhluk hidup dilakukan berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri-ciri yang
dimiliki berbagai makhluk hidup tersebut. Jika ada beberapa jenis hewan dan
tumbuhan yang akan dikelompokkan, maka hewan yang memiliki persamaan ciri,
dijadikan satu kelompok. Misalnya domba dan sapi satu kelompok mamalia karena
memiliki persamaan ciri, yakni memiliki rambut pada kulitnya, dan hewan
betinanya memiliki kelenjar susu. Suatu kelompok akan terbentuk dari berbagai
jenis hewan yang memiliki persamaan ciri tubuh. Hewan yang memiliki ciri
berbeda membentuk kelompok lain. Langkah selanjutnya adalah pemberian nama untuk
setiap kelompok makhluk hidup.
3) Tata nama
makhluk hidup
Menurut para
sainstis khususnya biologis, nama memiliki arti yang penting. Nama sangat
berfungsi dalam hal penyampaian informasi, selain itu juga untuk memudahkan
penelusuran dalam hal lokasi ditemukannya makhluk hidup itu. Contoh: Bos
javanicus menunjukkan lokasi ditemukannya spesies tersebut. Nama (nama
ilmiah) juga dapat menunjukkan siapa penemu spesies tersebut dan juga
karakteristik dari spesies yang ditemukan. Contoh Solanum nigrum menunjukkan
karakteristik dari spesies tumbuhan tersebut yang memiliki buah berwarna hitam.
Semua naskah
ilmu pengetahuan hingga abad ke-18 masih menggunakan bahasa Latin sebagai
bahasa para ilmuwan, Pemberian namanyapun masih panjang-panjang (polinomial)
contoh “Sambucus caule arboreo ramose floribus umbellatis” yang artinya
tumbuhan Sambucus dengan batang berkayu yang bercabang-cabang dengan bunga
berbentuk payung. Namun sejak Carolus Linnaeus (1707-1778) memperkenalkan
sistem penulisan baru, polinomial diubah menjadi binomial dan
hingga kini masih dipergunakan. Prinsip utama binomial Carolus Linnaeus bagi
tumbuhan maupun hewan dan mikroorganisme lainnya adalah:
a. Menggunakan
bahasa Latin.
b. Menggunakan
kategori.
c. Menggunakan
dua kata.
Contoh Panthera
pardus, Zea mays, Amoeba proteus, Entamoeba coli dan lain-lain. Selain nama
ilmiah yang diberikan para ahli, juga dikenal nama daerah (nama biasa)
yang berbeda sesuai dengan nama dan bersifat setempat atau lokal (local
name). Namun nama lokal belum dapat dijadikan patokan. Oleh karena itu
disusunlah nama ilmiah yang diatur oleh ICBN (International Code of
Botanical Nomenclature) untuk tumbuhan, dan ICZN (International Code of
Zoological Nomenclature) untuk hewan. Dalam pengelompokan dan
pemberian nama makhluk hidup didasarkan pada ciri-ciri yang dimiliki, dan
diterapkan sistem-sistem tertentu sehingga muncul istilah sistematika.
Sampai saat ini dikenal 3 (tiga) sistem klasifikasi yaitu:
a. Sistem alami;
takson yang terbentuk merupakan anggota - anggota yang sewajarnya
diklasifikasikan dalam satu kelompok seperti dikehendaki oleh alam, terutama
berdasarkan ciri-ciri morfologinya.
b. Sistem artifisial; pengelompokan berdasarkan
tujuan praktis, misalnya tumbuhan obat-obatan.
c. Sistem
filogenetis; pengelompokan berdasarkan jauh dekatnya kekerabatan dan urutan
perkembangan makhluk hidup menurut sejarah filogenetiknya. Muncul setelah
berkembangnya teori evolusi.
E. Metode Pembelajaran
Pendekatan :
Saintifik
Model : Discovey
Learning
Metode : Observasi, Diskusi
F. Media, Alat dan Sumber Belajar
1.
Media :
gambar hewan dan aneka tumbuhan
2.
Alat :
3.
Sumber Belajar :
-
Wahono, dkk. 2013. Ilmu Pengetahuan Alam
SMP/MTs Kelas VII Buku Siswa. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan:
hal 46 - 82.
-
Wahono, dkk. 2013. Ilmu Pengetahuan Alam
SMP/MTS Kelas VII Buku Guru. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan:
hal 62 - 94.
G. Langkah – Langkah Kegiatan
Pembelajaran
|
Kegiatan
|
Langkah-Langkah
Model Discovery Learning
|
Deskripsi
|
Alokasi Waktu
|
|
Pendahu luan
|
Stimulation (Simullasi/Pemberian
Rangsangan)
Problem Statemen (Pertanyaan/Identifikasi Masalah)
|
1) Guru memberi salam.
2) Peserta didik berdoa.
3) Peserta didik melakukan. pengamatan terhadap
gambar yang disajikan guru mengenai macam-macam sayuran
maupun buah-buahan yang ada di pasar.
4) Peserta didik diberi kesempatan untuk
mengidentifikasi sebanyak mungkin masalah yang muncul dari gambar mengenai
macam-macam sayuran maupun buah-buahan yang ada di pasar.
5) Peserta didik
memahami tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru.
|
15’
|
|
Inti
|
Data Collection
(Pengumpulan
Data)
Data Processing
(Pengolahan Data)
Verification
(Pembuktian)
Generalization
(Menarik Kesimpulan/Generalisasi)
|
1) Peserta didik membentuk kelompok,
dengan jumlah anggota 3 – 5 anak.
2) Peserta didik dalam kelompok mengamati berbagai
macam tumbuhan sesuai dengan kegiatan “Bagaimana cara mengelompokkan
tumbuh-tumbuhan” (lembar
kerja 1).
3) Peserta didik dalam kelompok mengamati berbagai macam hewan
sesuai dengan kegiatan pada
Lembar kerja 2
4)
Peserta
didik mencatat data yang diminta pada lembar kerja (nama tumbuhan, manfaat dan
kelompok).
5)
Peserta
didik mencatat data yang diminta pada lembar kerja (nama hewan, bagian tubuh,
jumlah sayap dan jumlah kaki).
6)
Peserta
didik melakukan diskusi kelompok untuk menjawab soal-soal.
7)
Peserta didik melakukan diskusi kelompok
untuk menyimpulkan mengapa makhluk hidup perlu diklasifikasikan dan apa dasar
yang digunakan untuk pengelompokan tersebut.
8)
Peserta didik menyusun laporan dan
mempresentasikan hasil pengamatan dan hasil diskusi.
9)
Guru
menjelaskan sistem klasifikasi dan tata nama makhluk hidup
|
90’
|
|
Penutup
|
|
1)
Peserta
didik bersama guru menyimpulkan hasil pembelajaran pada pertemuan ini.
2)
Guru
memberikan penghargaan kepada kelompok yang berkinerja baik.
3)
Guru
memberikan kuis tentang materi klasifikasi makhluk hidup.
4)
Guru menyampaikan informasi materi pada
pertemuan berikutnya, yaitu : Kunci Dikotom.
|
15’
|
H. Penilaian
1.
Penilaian sikap
|
Metode :
|
Bentuk Instrumen
|
|
Sikap
|
Lembar Pengamatan Sikap dan rubrik
|
|
Tes Tertulis
|
Tes Pilihan Ganda, Uraian dan Penugasan
|
Lembar Penilaian Sikap dalam
Diskusi
|
No
|
Nama Siswa
|
Kerja sama
|
Kedisiplinan
|
Toleran
|
Jumlah Skor
|
|
1
|
..........
|
|
|
|
|
|
2
|
...........
|
|
|
|
|
|
3
|
.........
|
|
|
|
|
Pedoman penskoran
Skor 1, jika tidak pernah
berperilaku dalam kegiatan
Skor 2, jika kadang-kadang
berperilaku dalam kegiatan
Skor 3, jika sering
berperilaku dalam kegiatan
Skor 4, jika selalu
berperilaku dalam kegiatan
Nilai = ( Jumlah skor/ 12 )
x 100
2.
Penilaian Keterampilan
a.
Tehnik Penilaian : Tes Praktik
b.
Bentuk Insrumen : Check List
c.
Kisi-kisi :
|
No
|
Indikator
|
Hasil Penilaian
|
||
|
3
|
2
|
1
|
||
|
1
|
Menyiapkan alat dan
bahan
|
|
|
|
|
2
|
Deskripsi pengamatan
|
|
|
|
|
3
|
Mempresentasikan hasil pengamatan
|
|
|
|
|
Jumlah
skor yang diperoleh
|
|
|
|
|
Rubrik
Penilaian :
|
No
|
Indikator
|
|
Rubrik
|
|
1
|
Menyiapkan alat dan
bahan
|
3
2.
1.
|
Menyiapkan seluruh
alat dan bahan yang diperlukan
Menyiapkan sebagian
alat dan bahan yang diperlukan
Tidak
menyiapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan
|
|
2
|
Deskripsi pengamatan
|
3.
2.
1.
|
Memperoleh deskripsi
hasil pengamatan secara lengkap
sesuai dengan prosedur yang ditetapkan
Memperoleh deskripsi
hasil pengamatan kurang lengkap sesuai dengan prosedur yang ditetapkan
Tidak memperoleh
deskripsi hasil pengamatan secara lengkap sesuai dengan prosedur yang
ditetapkan
|
|
3
|
Mempresentasikan hasil pengamatan
|
3.
2.
1.
|
Mampu
mempresentasikan hasil pengamatan dengan benar, bahasa mudah dimengerti dan
disampaikan penuh percaya diri
Mampu
mempresentasikan hasil pengamatan dengan benar, bahasa mudah dimengerti dan
disampaikan kurang percaya diri
Mampu
mempresentasikan hasil pengamatan dengan benar, bahasa mudah dimengerti dan
disampaikan tidak percaya diri
|
3. Penilaian Pengetahuan
1.
Tujuan
pengklasifikasian makhluk hidup adalah ...
2.
Dasar
klasifikasi makhluk hidup menurut Linnaeus adalah ...
3.
Urutan
takson makhluk hidup dari yang terendah ke yang tinggi yaitu ...
Kunci
Jawaban
|
No
|
Kunci Jawaban
|
Skor
|
|
1
|
–
menyederhanakan objek yang beraneka ragam
–
mempermudah dalam mempelajarinya
–
mengetahui manfaatnya
–
mengetahui hubungan kekerabatan
– mengetahui
saling ketergantungan antar makhluk hidup
|
5
|
|
2
|
Perbedaan dan
persamaan ciri
|
2,5
|
|
3
|
Spesies – Ordo
– Genus – Familia – Kelas – Filum
|
2,5
|
Kriteria
Penilaian
Nilai = Jumlah Skor Yang Diperoleh X 100
Skor
maksimum
Wonosobo,30
September 2014
Kepala SMP Rifa’iyah 01 Sapuran Guru Mata Pelajaran
Istunigsih, S. Pd. Desty Erni, S. Si.
Lembar
Kerja Siswa 1
Nama
Kelompok :
1.
……………………………… 4. ……………………………..
2. ……………………………… 5…………………………………..
3.
………………………………
Tujuan
: Mengelompokkan Tumbuhan
Alat/Bahan : berbagai macam tumbuhan
Langkah
Kegiatan :
1.
Amati tumbuhan yang telah dibawa
kelompok masing-masing.
2.
Tuliskan nama, manfaat dan kelompok
tumbuhan tersebut dalam tabel
|
No.
|
Nama Tumbuhan
|
Manfaat
|
Kelompok
|
|
1
|
|
|
|
|
2
|
|
|
|
|
3
|
|
|
|
|
4
|
|
|
|
|
5
|
|
|
|
|
6
|
|
|
|
|
7
|
|
|
|
|
8
|
|
|
|
|
9
|
|
|
|
|
10
|
|
|
|
|
11
|
|
|
|
|
12
|
|
|
|
|
13
|
|
|
|
|
14
|
|
|
|
|
15
|
|
|
|
|
16
|
|
|
|
|
17
|
|
|
|
|
18
|
|
|
|
|
19
|
|
|
|
|
20
|
|
|
|
|
21
|
|
|
|
|
22
|
|
|
|
|
23
|
|
|
|
|
24
|
|
|
|
|
25
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3.
Diskusikan soal-soal di bawah ini !
1.
Adakah tumbuhan yang memiliki manfaat
yang sama ? ………………………
2.
Apa yang digunakan sebagai dasar dalam
mengelompokkan tumbuhan tersebut ?
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Kesimpulan
:
Tumbuhan
dapat dikelompokkan berdasar …………….
Yaitu
menjadi kelompok
1.
Tumbuhan ………………………. Contohnya …………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………….
2.
Tumbuhan ………………………. Contohnya …………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………….
3.
Tumbuhan ………………………. Contohnya …………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………….
4.
Tumbuhan ………………………. Contohnya …………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………….
5.
Tumbuhan ………………………. Contohnya …………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………….
6.
Tumbuhan ………………………. Contohnya …………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Lembar Kerja 2
Tujuan
: Mengetahui Cara Mengelompokkan hewan
Alat
/ Bahan : Gambar berbagai jenis hewan
Langkah
Kegiatan :
Amati
gambar hewan, diskusikan dengan kelompokmu dan catat hasilnya pada tabel
Tabel
pengamatan :
|
No.
|
Nama
Hewan
|
Bagian
Tubuh
|
Jumlah
Sayap
|
Jumlah
kaki
|
|
1
|
Beruang
|
Kepala,
badan, kaki
|
-
|
4
|
|
2
|
Bangau
|
|
|
|
|
3
|
Lumba-lumba
|
|
|
|
|
4
|
Katak
|
|
|
|
|
5
|
Bekicot
|
|
|
|
|
6
|
capung
|
|
|
|
|
7
|
Kupu-kupu
|
|
|
|
|
8
|
Udang
|
|
|
|
|
9
|
Semut
|
|
|
|
|
10
|
Cacing
|
|
|
|
|
11
|
Lalat
|
|
|
|
|
12
|
Kaki
seribu
|
|
|
|
|
13
|
Ikan
nila
|
|
|
|
|
14
|
ular
|
|
|
|
Diskusikan
soal-soal di bawah ini !
1.
Tuliskan ciri-ciri yang dimiliki setiap
hewan !
2. Hewan
apa saja yang memiliki ciri-ciri yang sama ?
3.
Kelompokkan hewan-hewan yang memiliki
ciri-ciri yang sama !
Kesimpulan
:
Pengelompokan
hewan bisa berdasarkan ………
Langganan:
Postingan (Atom)






