Kamis, 18 Desember 2014

RPP IPA kelas VII: Klasifikasi Makhluk Hidup Pertemuan 1 (berdasar kurikulum 2013)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Sekolah              : SMP Rifa’iyah 01 Sapuran
Matapelajaran     : IPA
Kelas/Semester   : VII/1
Materi Pokok     : Klasifikasi Makhluk Hidup
Alokasi Waktu   : 3 Jam Pelajaran ( 3 x 40 menit )

A.    Kompetensi inti
KI.1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
KI. 2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
KI. 3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
KI. 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
B.     Kompetensi Dasar dan Indikator
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
1.1. Mengagumi keteraturan dan  kompleksitas ciptaan Tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi, kehidupan dalam ekosistem, dan peranan manusia dalam lingkungan serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya.
1.1.1.      Menjaga keanekaragaman makhluk hidup sebagai ciptaan Tuhan merupakan wujud pengamalan agama yang dianutnya
2.1. Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; Teliti;cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan berdiskusi.
2.1.1. Melakukan kegiatan pengamatan secara  teliti dan tanggung jawab.
2.1.2. Menunjukkan perilaku  kerja sama, santun, toleran, responsif dan proaktif serta bijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuat keputusan.



3.3. Memahami prosedur pengklasifikasian makhluk hidup dan benda-benda tak hidup sebagai bagian kerja ilmiah, serta mengklasifikasikan berbagai makhlkuk hidup dan benda-benda tak hidup berdasarkan ciri yang diamati
3.3.1. Menjelaskan mengapa makhluk hidup perlu diklasifikasikan
3.3.2.  Menjelaskan dasar klasifikasi makhluk hidup
4.2. Menyajikan hasil analisis data observasi terhadap benda / makhluk hidup dan tak hidup
4.2.1. Menyajikan hasil pengamatan dan mengkomunikasikan hasil   observasinya
4.3. Mengumpulkan data dan melakukan klasifikasi terhadap benda-benda, tumbuhan, dan hewan yang ada di lingkungan sekitar
.3.1. Mengklasifikasi berbagai jenis tumbuhan ke dalam kelompok tumbuhan yang dikenal
4.3.2. Mengklasifikasi berbagai jenis hewan berdasar bagian tubuh, alat gerak dan jumlahnya.
2. Indikator
3.3.1. Menjelaskan mengapa makhluk hidup perlu diklasifikasikan
3.3.2.  Menjelaskan dasar klasifikasi makhluk hidup
4.2.1. Menyajikan hasil pengamatan dan mengkomunikasikan hasil   observasinya
4.3.1. Mengklasifikasi berbagai jenis tumbuhan ke dalam kelompok tumbuhan yang dikenal
4.3.2. Mengklasifikasi berbagai jenis hewan berdasar bagian tubuh, alat gerak dan jumlahnya.

C.    Tujuan Pembelajaran
1.      Melalui kegiatan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan mengapa makhluk hidup perlu diklasfikasikan
2.      Melalui kegiatan pengamatan terhadap berbagai macam tumbuhan, peserta didik dapat menjelaskan dasar klasifikasi tumbuhan
3.      Melalui kegiatan pengamatan berbagai macam hewan, peserta didik dapat menjelaskan dasar klasifikasi hewan
4.      Melalui kegiatan pengamatan dan diskusi peserta didik dapat menentukan dasar klasifikasi makhluk hidup
5.      peserta didik dapat menyajikan hasil pengamatan dan mengkomunikasikan hasil observasi dan diskusi.

D.    Materi Pembelajaran
1)  Tujuan dan manfaat klasifikasi
Klasifikasi bertujuan menyederhanakan objek studi makhluk hidup yang sangat beraneka ragam, sehingga akan lebih mudah dalam mempelajarinya. Adapun manfaatnya adalah:
a.    Untuk penelitian lebih lanjut sehingga makhluk hidup yang telah dikenal melalui klasifikasi dapat dimanfaatkan
b.    Untuk dipelajari agar dapat melestarikan keanekaragaman hayati dimasa mendatang.
c.    Untuk mengetahui hubungan antara organisme satu dengan lainnya.
2) Prosedur pengklasifikasian makhluk hidup
Pengelompokan makhluk hidup dilakukan berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri-ciri yang dimiliki berbagai makhluk hidup tersebut. Jika ada beberapa jenis hewan dan tumbuhan yang akan dikelompokkan, maka hewan yang memiliki persamaan ciri, dijadikan satu kelompok. Misalnya domba dan sapi satu kelompok mamalia karena memiliki persamaan ciri, yakni memiliki rambut pada kulitnya, dan hewan betinanya memiliki kelenjar susu. Suatu kelompok akan terbentuk dari berbagai jenis hewan yang memiliki persamaan ciri tubuh. Hewan yang memiliki ciri berbeda membentuk kelompok lain. Langkah selanjutnya adalah pemberian nama untuk setiap kelompok makhluk hidup.
3) Tata nama makhluk hidup
Menurut para sainstis khususnya biologis, nama memiliki arti yang penting. Nama sangat berfungsi dalam hal penyampaian informasi, selain itu juga untuk memudahkan penelusuran dalam hal lokasi ditemukannya makhluk hidup itu. Contoh: Bos javanicus menunjukkan lokasi ditemukannya spesies tersebut. Nama (nama ilmiah) juga dapat menunjukkan siapa penemu spesies tersebut dan juga karakteristik dari spesies yang ditemukan. Contoh Solanum nigrum menunjukkan karakteristik dari spesies tumbuhan tersebut yang memiliki buah berwarna hitam.
Semua naskah ilmu pengetahuan hingga abad ke-18 masih menggunakan bahasa Latin sebagai bahasa para ilmuwan, Pemberian namanyapun masih panjang-panjang (polinomial) contoh “Sambucus caule arboreo ramose floribus umbellatis” yang artinya tumbuhan Sambucus dengan batang berkayu yang bercabang-cabang dengan bunga berbentuk payung. Namun sejak Carolus Linnaeus (1707-1778) memperkenalkan sistem penulisan baru, polinomial diubah menjadi binomial dan hingga kini masih dipergunakan. Prinsip utama binomial Carolus Linnaeus bagi tumbuhan maupun hewan dan mikroorganisme lainnya adalah:
a. Menggunakan bahasa Latin.
b. Menggunakan kategori.
c. Menggunakan dua kata.
Contoh Panthera pardus, Zea mays, Amoeba proteus, Entamoeba coli dan lain-lain. Selain nama ilmiah yang diberikan para ahli, juga dikenal nama daerah (nama biasa) yang berbeda sesuai dengan nama dan bersifat setempat atau lokal (local name). Namun nama lokal belum dapat dijadikan patokan. Oleh karena itu disusunlah nama ilmiah yang diatur oleh ICBN (International Code of Botanical Nomenclature) untuk tumbuhan, dan ICZN (International Code of Zoological Nomenclature) untuk hewan. Dalam pengelompokan dan pemberian nama makhluk hidup didasarkan pada ciri-ciri yang dimiliki, dan diterapkan sistem-sistem tertentu sehingga muncul istilah sistematika. Sampai saat ini dikenal 3 (tiga) sistem klasifikasi yaitu:
a.    Sistem alami; takson yang terbentuk merupakan anggota - anggota yang sewajarnya diklasifikasikan dalam satu kelompok seperti dikehendaki oleh alam, terutama berdasarkan ciri-ciri morfologinya.
b.     Sistem artifisial; pengelompokan berdasarkan tujuan praktis, misalnya tumbuhan obat-obatan.
c.    Sistem filogenetis; pengelompokan berdasarkan jauh dekatnya kekerabatan dan urutan perkembangan makhluk hidup menurut sejarah filogenetiknya. Muncul setelah berkembangnya teori evolusi.

E.     Metode Pembelajaran
Pendekatan           : Saintifik
Model                    : Discovey Learning
Metode                  : Observasi, Diskusi

F.     Media, Alat dan Sumber Belajar
1.      Media            : gambar hewan dan aneka tumbuhan
2.      Alat               :
3.      Sumber Belajar :
-      Wahono, dkk. 2013. Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VII Buku Siswa. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan: hal 46 - 82.
-      Wahono, dkk. 2013. Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTS Kelas VII Buku Guru. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan: hal 62 - 94.

G.    Langkah – Langkah Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan
Langkah-Langkah Model Discovery Learning
Deskripsi
Alokasi Waktu
Pendahu luan





Stimulation (Simullasi/Pemberian Rangsangan)



Problem Statemen (Pertanyaan/Identifikasi Masalah)


1)      Guru memberi salam.
2)      Peserta didik berdoa.
3)      Peserta didik melakukan. pengamatan terhadap gambar yang disajikan guru  mengenai macam-macam sayuran maupun buah-buahan yang ada di pasar.
4)      Peserta didik diberi kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin masalah yang muncul dari gambar mengenai macam-macam sayuran maupun buah-buahan yang ada di pasar.
5)      Peserta didik memahami tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru.
15’
 Inti


Data Collection
(Pengumpulan Data)








Data Processing (Pengolahan Data)







Verification (Pembuktian)





Generalization (Menarik Kesimpulan/Generalisasi)
1)      Peserta didik membentuk kelompok, dengan  jumlah anggota 3 – 5 anak.
2)      Peserta didik dalam kelompok mengamati berbagai macam tumbuhan sesuai dengan kegiatan “Bagaimana cara mengelompokkan tumbuh-tumbuhan” (lembar kerja 1).
3)      Peserta didik dalam kelompok mengamati berbagai macam hewan sesuai dengan kegiatan pada Lembar kerja 2
4)      Peserta didik mencatat data yang diminta pada lembar kerja (nama tumbuhan, manfaat dan kelompok).
5)      Peserta didik mencatat data yang diminta pada lembar kerja (nama hewan, bagian tubuh, jumlah sayap dan jumlah kaki).
6)      Peserta didik melakukan diskusi kelompok untuk menjawab soal-soal.
7)      Peserta didik melakukan diskusi kelompok untuk menyimpulkan mengapa makhluk hidup perlu diklasifikasikan dan apa dasar yang digunakan untuk pengelompokan tersebut.
8)      Peserta didik menyusun laporan dan mempresentasikan hasil pengamatan dan hasil diskusi.
9)      Guru menjelaskan sistem klasifikasi dan tata nama makhluk hidup
90’
Penutup

1)      Peserta didik bersama guru menyimpulkan hasil pembelajaran pada pertemuan ini.
2)      Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang berkinerja baik.
3)      Guru memberikan kuis tentang materi klasifikasi makhluk hidup.
4)      Guru menyampaikan informasi materi pada pertemuan berikutnya, yaitu : Kunci Dikotom.
15’
H.    Penilaian
1.      Penilaian sikap
Metode          :
Bentuk Instrumen
Sikap            
Lembar Pengamatan Sikap dan rubrik
Tes Tertulis   
Tes Pilihan Ganda, Uraian dan Penugasan
Lembar Penilaian Sikap dalam Diskusi
No
Nama Siswa
Kerja sama
Kedisiplinan
Toleran
Jumlah Skor
1
..........




2
...........




3
.........




 Pedoman penskoran
Skor 1, jika tidak pernah berperilaku dalam kegiatan
Skor 2, jika kadang-kadang berperilaku dalam kegiatan
Skor 3, jika sering berperilaku dalam kegiatan
Skor 4, jika selalu berperilaku dalam kegiatan
Nilai = ( Jumlah skor/ 12 ) x 100 

2.      Penilaian Keterampilan
a.    Tehnik Penilaian         : Tes Praktik
b.    Bentuk Insrumen : Check List
c.    Kisi-kisi :
No
Indikator
Hasil Penilaian
3
2
1
1
Menyiapkan alat dan bahan



2
Deskripsi pengamatan



3
Mempresentasikan hasil pengamatan



Jumlah skor yang diperoleh




Rubrik Penilaian :
No
Indikator

Rubrik
1
Menyiapkan alat dan bahan
3
2.
1.
Menyiapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan
Menyiapkan sebagian alat dan bahan yang diperlukan
Tidak menyiapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan
2
Deskripsi pengamatan
3.

2.

1.
Memperoleh deskripsi hasil pengamatan secara lengkap     sesuai dengan prosedur yang ditetapkan
Memperoleh deskripsi hasil pengamatan kurang lengkap sesuai dengan prosedur yang ditetapkan
Tidak memperoleh deskripsi hasil pengamatan secara lengkap sesuai dengan prosedur yang ditetapkan
3
Mempresentasikan hasil pengamatan
3.

2.

1.
Mampu mempresentasikan hasil pengamatan dengan benar, bahasa mudah dimengerti dan disampaikan penuh percaya diri
Mampu mempresentasikan hasil pengamatan dengan benar, bahasa mudah dimengerti dan disampaikan kurang percaya diri
Mampu mempresentasikan hasil pengamatan dengan benar, bahasa mudah dimengerti dan disampaikan tidak percaya diri

3.      Penilaian Pengetahuan
1.    Tujuan pengklasifikasian makhluk hidup adalah ...
2.    Dasar klasifikasi makhluk hidup menurut Linnaeus adalah ...
3.    Urutan takson makhluk hidup dari yang terendah ke yang tinggi yaitu ...
Kunci Jawaban
No
Kunci Jawaban
Skor
1
– menyederhanakan objek yang beraneka ragam
– mempermudah dalam mempelajarinya
– mengetahui manfaatnya
– mengetahui hubungan kekerabatan
– mengetahui saling ketergantungan antar makhluk hidup
5
2
Perbedaan dan persamaan ciri
2,5
3
Spesies – Ordo – Genus – Familia – Kelas – Filum
2,5

Kriteria Penilaian
Nilai       =          Jumlah Skor Yang Diperoleh     X 100
                           Skor maksimum
Wonosobo,30 September 2014

Kepala SMP Rifa’iyah 01 Sapuran                                                     Guru Mata Pelajaran




            Istunigsih, S. Pd.                                                                     Desty Erni, S. Si.



Lembar Kerja Siswa 1

Nama Kelompok :
1.      ………………………………            4. ……………………………..
2.      ………………………………            5…………………………………..
3.      ………………………………


Tujuan             : Mengelompokkan Tumbuhan
Alat/Bahan      : berbagai macam tumbuhan

Langkah Kegiatan :
1.      Amati tumbuhan yang telah dibawa kelompok masing-masing.
2.      Tuliskan nama, manfaat dan kelompok tumbuhan tersebut dalam tabel
No.
Nama Tumbuhan
Manfaat
Kelompok
1



2



3



4



5



6



7



8



9



10



11



12



13



14



15



16



17



18



19



20



21



22



23



24



25










3.      Diskusikan soal-soal di bawah ini !
1.      Adakah tumbuhan yang memiliki manfaat yang sama ? ………………………
2.      Apa yang digunakan sebagai dasar dalam mengelompokkan tumbuhan tersebut ? ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Kesimpulan :
Tumbuhan dapat dikelompokkan berdasar …………….
Yaitu menjadi kelompok
1.      Tumbuhan ………………………. Contohnya  ………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………………………….
2.      Tumbuhan ………………………. Contohnya  ………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………………………….
3.      Tumbuhan ………………………. Contohnya  ………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………………………….
4.      Tumbuhan ………………………. Contohnya  ………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………………………….
5.      Tumbuhan ………………………. Contohnya  ………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………………………….
6.      Tumbuhan ………………………. Contohnya  ………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Lembar Kerja 2

Tujuan              : Mengetahui Cara Mengelompokkan hewan
Alat / Bahan    : Gambar berbagai jenis hewan

Langkah Kegiatan :
Amati gambar hewan, diskusikan dengan kelompokmu dan catat hasilnya pada tabel

Tabel pengamatan :

No.
Nama Hewan
Bagian Tubuh
Jumlah Sayap
Jumlah kaki
1
Beruang
Kepala, badan, kaki
-
4
2
Bangau



3
Lumba-lumba



4
Katak



5
Bekicot



6
capung



7
Kupu-kupu



8
Udang



9
Semut



10
Cacing



11
Lalat



12
Kaki seribu



13
Ikan nila



14
ular




Diskusikan soal-soal di bawah ini !
1.      Tuliskan ciri-ciri yang dimiliki setiap hewan !
2.      Hewan apa saja yang memiliki ciri-ciri yang sama ?
3.      Kelompokkan hewan-hewan yang memiliki ciri-ciri yang sama !

Kesimpulan :
Pengelompokan hewan bisa berdasarkan ………





                           



Mengembangbiakkan “Blue Dawn Morning glory” Ipomoea indica

Morning Glory, mendengar namanya kita akan berasumsi bunga ini mekar di pagi hari dengan membawa kemulyaan dan merupakan bunga asing di Indonesia. bunga ini termasuk tanaman merambat dengan bunga berbentuk
Ipomoea indica

Ipomoea cairica





terompet dan punya banyak variasi ukuran dan warna. Pertama lihat bunga Morning Glory yang terlintas dalam pikiran saya adalah kangkung, dan ternyata memang benar morning glory yang biasa disingkat MG ini masih kerabat kangkung. Nama lain kangkung juga Garden Morning Glory. Karena kerabat kangkung berarti juga masih kerabat ubi juga karena sama-sama derasal dari genus Ipomoea, dalam bahasa Indonesia disebut kangkungan.

Lihat-lihat harga seed/biji MG lumayan juga rata-rata satu biji dihargai seribu rupiah lebih. Dari pada beli seed MG mending beli biji kangkung, seribu dapat banyak dan bisa dimasak hehe. Tengok kiri kanan ternyata disepanjang jalan dan kebun kosong melimpah MG, Ipomoea cairica. Semakin menguat dalam persepsiku kalau MG bukan bunga istimewa. Lebih teliti lagi dibeberapa tempat dengan penyebaran yang lebih sempit dari Ipomoea cairica ada MG lain Ipomoea indica. Ipomoea cairica saya bisa temukan banyak seed diakhir musim kemarau sedan Ipomoea indica tak satupun seed kutemukan.

Iseng-iseng saya pamerkan MG liar dan Thunbergia alata di grup tumbuhan di facebook, ternyata banyak yang tertarik dan menawarkan barter sehingga saya mendapat 4 jenis MG secara gratis. Masih belum ada tempat istimewa untuk si bunga kangkung ini sampai mekarnya 3 jenis MG yang membuat anak-anak heboh kok bunganya beda dengan yang biasa mereka lihat. Saya pun tertarik mengamati, ternyata memang bagus hehe. Sayangnya morning glory dari seed yang saya peroleh berumur pendek tidak seperti penduduk asli species indigenus si Ipomoea cairica dan Ipomoea indica.

Ipomoea indica termasuk morning glory parennial atau berumur panjang dan bunga bisa mekar sepanjang hari  berbeda dengan sebagian besar MG lain yang annual (berumur pendek) dan hanya mekar di pagi hari. Keistimewaan MG ini yang lain adalah warnanya yang bisa berubah biru di pagi hari dan menjadi ungu di sore hari sehingga Ipomoea indica juga disebut “Blue Dawn Morning glory”. Bunga ini juga termasuk rajin berbunga dan tahan dalam berbagai cuaca. Jika batang atas telah dibabat atau mengering, selama masih ada batang berakar di dalam tanah begitu kondisi lingkungan mendukung MG ini akan kembali tumbuh dan menampakkan bunganya. Kelemahan Blue dawn morning glory adalah pada sulitnya membentuk biji.


           bunga di pagi hari



bunga di sore hari

Setelah beberapa bulan berusaha mencari bijinya dan tidak dapat akhirnya saya coba mengembang biakkan dengan stek.
Percobaan stek pertama hanya dengan mengambil batang dipotong-potong dan tancapkan ke tanah. Jaga kelembaban tanah dan jarang ditengokin karena musim hujan saya terlalu yakin stekan tidak akan kekeringan. Alhamdulillah semua mati.
Percobaan kedua masih dengan cara yang sama tetapi dengan perawatan dang pengamatan setiap hari. Dan ternyata satu stekan tumbuh tunas baru dan yang lain mengering. Sedikit kemajuan. Dengan rasa penasaran semua stekan morning glory ini saya cabut dan melihat perbedaan antara yang kering dan yang muncul tunas dan akar. Ternyata oh ternyata batang yang bertunas adalah batang yang saya tanam dengan ruas datang di dalam tanah, ternyata akar MG tumbuh pada nodus batang.
Selesai mengamati perbudaan batang mati dan hidup, satu-satunya batang yang hidup saya tanam kembali dan menunjukkan kematian seminggu berikutnya. Tamat sudah Ipomoea indica ku. Tak masalah pengalaman lebih berharga dari sebatang stekan dengan dua daun baru dan kembali mencoba.
Percobaan ketiga masih dengan cara memotong batang MG dan menancapkan ke tanah. Bedanya pada percobaan tiga saya buat dua kelompok stekan, kelompok pertama nodus batang didalam tanah dan kelompok kedua tanpa nodus di dalam tanah. Hasilnya kelompok pertama 100% hidup dan kelompok kedua 100% mati.
stek usia 3 minggu sudah banyak akatnya


percobaan stek
Kesimpulannya untuk menyetek Ipomoea indica steklah pada bagian nodus/ruas batang karena akar lebih mudah tumbuh pada bagian ini. Ayo siapa yang mau ikut stek MG?

Identitas MG si kangkung (klasifikasi)

Kingdom : Plantae (tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (tumbuhan berbiji)
Divisi : Magnolopsida (tumbuhan berbunga)
Sub Kelas : Asteridae
Ordo : Solanales
Famili : Convolvulaceae
Genus : Ipomoea
Spesies : Ipomoea spp.


Jumat, 07 November 2014

Menghapus Identitas KTP

A: katanya ada wacana kolom agama pada KTP akan dihapus?
B: kenapa? Katanya negara berketuhanan, kok agama dihilangkn?
C:supaya tidak diskriminatif. Biasanya atasan lebih sayang pada pekerja yang agamanya sama atau malah hanya menerima pegawai yang seagama
A: nanti ada juga orang yang merasa diperlakuken diskriminatif karena jenis kelamin, banyak loker yang hanya mau menerima pekerja jender tertentu padahal sekarang jaman kesetaraan.
B:jangan lupa diskriminatif juga bisa terjadi karena faktor usia, saya mendaftar kerja ditolak karena sudah berusia 40 tahun. Jadi kolom tempat tanggal lahir juga perlu dibuang.
C: perilaku diskriminatif jadi terjadi karena domisili, perusahaan jarang yang mau trima pegawai dari daerah yang banyak premannya, dan cenderung menerima pegawai dari daerah asalnya jadi pada ktp gak perlu alamat.
D: nama juga bisa menunjukkan daerah asal atau agama jadi sebaiknya tadak perlu dicantumkan juga.
A: status perkawinan juga gak usah nanti ada diskriminasi, ada loker khusus untuk yang sudah atau belum menikah. Klo kolom pekerjaan gimana?
C: itu juga berpotensi diskriminatif. Kalau pada ktp tercantum buruh biasanya pelayanannya lebih lambat dari yang tercantum polisi.
A, B, C, D: TRUS KTP NYA ISINYA APA DONG?

3 R (reuse, reduce, recycle) Garden : Pot Daur Ulang

Bertanam tak selamanya memerlukan lahan luas maupun modal besar.
Kalau bertanya kapan waktu yang paling tepat untuk mulai menanam jawabnya adalah sekarang.
Karena sekarang awal musim penghujan? bukan itu alasan saya, apapun musimnya bertanam yang paling baik adalah sekarang, bukan besok apalagi kemarin.
apapun musimnya dan apapun keadaanya bukan penghalang kita untuk mulai bertanam.
punya lahan luas atau sempit, bahkan tak punya lahan tetap bisa bertanam.
tak punya dana? yang kita perlukan dalam bertanam adalah kemauan.
belum pernah menanam? sekaranglah saat yang tepat untuk menanam.
berikut adalah contoh modifikasi tempat menanam yang pernah saya buat, simpel dan murah meriah.
1. Pot bekas kemasan minyak, susu dan kantong plastik/aluminium foil lainnya
plastik kemasan minyak bisa dijadikan sebagai pengganti polibag. bahkan daya tahan plastik bekas ini lebih baik daripada polibag. bekas kemasan minyak perlu dicuci dahulu sebelum digunakan karena sisa-sisa minyak bisa menyebabkan timbulnya jamur. untuk kemasan susu maupun kemasan makanan yang lain bisa digunakan tanpa dicuci terlebih dahulu.
2. Botol dan Gelas Plastik Bekas
botol plastik dari pada dibuang juga bisa dimanfaatkan untuk pengganti pot
3. ember, panci, kaleng dan wadah - wadah lain yang sudah tidak terpakai.
berikut beberapa foto pot-pot daur ulang saya
Bekas tempat agar-agar, tentunya hanya untuk tanaman kecil

pot anggrek dengan menggunakan botol air mineral, sebenarnya ini pot gantung tapi sedang saya turunkan


ini penampakan kebun di kontrakan. karena tidak ada lahan tersisa tritisan rumah (apa bahasa Indonesianya?) saya gunakan untuk tempat tanaman

vertikal garden dengan botol belas kemasan 600ml

 tray semai dari gelas bekas air mineral. gelanya dobel. yang luar diberi gantungan supaya bisa tingkat sehingga lebih menghemat tempat, selain sebagai tempat gelas yang didalam juga sebagai penampung air. belas dalam dilubangi dan diberi sumbu agar air dari gelas luar bisa naik ke gelasdalam yang berfungsi sebagai tenpat benih. gantunganya dari ranting kayu. hemat biaya, tempat dan tenaga karena tidak harus sering menyiram.
pot gelas air mineral

polibag bekas kemasan susu formula

hidroponik wick dengan botol bekas

pot gantung dari gelas bekas es